Sportstourismindonesia – Tanjungpinang, 10 Maret 2025 – Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, meresmikan Kepulauan Riau Ramadhan Fair (KURMA Fair) 2025 di Lapangan Tugu Sirih, Tanjungpinang. Acara yang diinisiasi oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kepulauan Riau ini bertujuan memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan syariah serta mendorong pertumbuhan UMKM berbasis budaya.
Sebelum meresmikan KURMA Fair, Menbud mengunjungi Lembaga Adat Melayu (LAM) Provinsi Kepulauan Riau dan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) untuk meninjau potensi produk lokal.
“Kualitas produk UMKM kita sudah terjaga dengan baik. Saya harap bisa terus berkembang dan menjangkau pasar lebih luas, baik nasional maupun internasional,” ujar Fadli Zon.

Kebudayaan dan Ekonomi Syariah sebagai Pilar Pertumbuhan
Dalam sambutannya, Menbud menekankan bahwa Ramadhan di Nusantara memiliki sejarah panjang dalam membangun kemandirian ekonomi umat. “Festival ini bukan sekadar perayaan, tetapi juga mencerminkan Islam yang masuk secara damai melalui ekspresi seni dan budaya,” katanya.
Gubernur Kepulauan Riau, Anshar Ahmad, turut menyampaikan komitmennya untuk bersinergi dengan Kementerian Kebudayaan dalam menyelenggarakan festival berbasis budaya. “Kebudayaan tidak hanya dilestarikan, tetapi juga memiliki nilai ekonomi yang dapat memperkuat kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
KURMA Fair 2025 berlangsung di dua kota, yakni Tanjungpinang (10–16 Maret) dan Batam (17–23 Maret), dengan berbagai program unggulan, termasuk pemberdayaan UMKM, pameran produk halal, layanan keuangan syariah, serta edukasi ekonomi digital.
Acara puncak ditandai dengan peluncuran QRIS untuk memfasilitasi sedekah digital di masjid-masjid Kepulauan Riau, serta pemukulan bedug secara simbolis. Tahun ini, KURMA Fair mengusung tema “Road to FESyar Sumatera 2025”, menggabungkan aspek budaya, ekonomi, dan inovasi keuangan dalam satu festival yang inklusif dan berdaya saing.
**Benksu





