Jonatan dan Chico Keluar dari Pelatnas, Tapi Tetap Bertarung untuk Merah Putih

Sportourismindonesia – Jakarta, 18 Mei 2025 Langkah besar diambil dua pebulutangkis tunggal putra terbaik Indonesia, Jonatan Christie dan Chico Aura Dwi Wardoyo. Keduanya resmi undur diri dari Pelatnas PBSI dan memilih melanjutkan karier lewat jalur profesional. Namun satu hal yang mereka tegaskan: ini bukan perpisahan, melainkan perjalanan baru untuk tetap mengharumkan nama bangsa.

Keputusan ini bukan diambil dalam semalam. Jonatan dan Chico sudah berdialog panjang dengan Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) sejak akhir tahun lalu. Setelah melewati Piala Sudirman 2025, transisi ini resmi dimulai.

Meski tak lagi berlatih di pelatnas, keduanya tidak hengkang dari tim nasional. Justru, mereka tetap berada di bawah naungan PBSI dan akan terus memperkuat Indonesia di berbagai ajang internasional.

“Jonatan dan Chico tidak pergi ke mana-mana. Mereka tetap milik Indonesia,” tegas Taufik Hidayat, Wakil Ketua Umum 1 PP PBSI, dalam pernyataannya.

PBSI pun menyambut keputusan ini dengan lapang dada dan profesionalisme tinggi. Bagi federasi, ini adalah bentuk kedewasaan dan kematangan atlet yang ingin mengelola sendiri pola latihannya, namun tetap loyal pada bendera Merah Putih.

Langkah Jonatan dan Chico ini mencerminkan tren baru di dunia olahraga global: atlet elite yang memilih pendekatan berbasis klub untuk mendapatkan fleksibilitas lebih dalam pelatihan, pemulihan, dan penjadwalan turnamen. Tapi tak semua bisa menempuh jalur ini—perlu kedisiplinan, pengalaman, dan komitmen yang teruji.

“Saya percaya, dengan model latihan yang lebih fleksibel, saya bisa terus berkembang dan mempersembahkan yang terbaik untuk Indonesia,” ujar Jonatan Christie, yang dikenal dengan keteguhannya di lapangan dan ketenangan di luar lapangan.

Chico pun berbagi pandangan serupa. Baginya, keputusan ini adalah bentuk tanggung jawab terhadap karier dan juga bangsa.

“Saya besar di PBSI. Jiwa saya ditempa di pelatnas. Komitmen saya untuk Indonesia tidak akan pernah berubah,” katanya penuh haru.

Langkah Jonatan dan Chico bisa menjadi preseden penting bagi regenerasi bulutangkis Indonesia. Bahwa loyalitas tidak selalu berbentuk tempat berlatih, tapi terwujud dalam semangat membela tanah air—dalam bentuk apa pun.

Keduanya kini tengah bersiap membuka babak baru, dengan tetap membawa nama Indonesia di dada dan PBSI di hati. Sebuah sinyal kuat bahwa menjadi atlet profesional bukan berarti berjalan sendiri, melainkan melangkah bersama—dengan cara yang berbeda, demi tujuan yang sama: kejayaan bulutangkis Indonesia.

**Benksu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

− three = one

Sports Tourism Indonesia