Sportstourismindonesia – Jakarta, 16 Juni 2025 Jakarta bukan hanya menjadi tuan rumah. Pada Minggu (15/6), ibu kota tampil sebagai saksi sejarah—tempat para pelari terbaik dari dalam dan luar negeri membuktikan diri di LPS Monas Half Marathon 2025.
Dengan membawa tema “Time to Rise”, event ini melebihi ekspektasi. Tak hanya sukses dari sisi penyelenggaraan, tapi juga menorehkan prestasi gemilang: rekor nasional baru di kategori Break The Limit, dan podium yang dipenuhi wajah-wajah muda berbakat dari tanah air.
Di antara ribuan peserta yang membanjiri rute ikonik Jakarta—melintasi Monas, Lapangan Banteng, hingga Thamrin—terpampang semangat para atlet nasional yang siap bersaing dengan pelari kelas dunia.

Robi Syianturi, pelari nasional, berhasil mencatatkan waktu 01:07:50, menempati posisi puncak National Male. Disusul ketat oleh Rikki Marthin Luther S (01:07:50) dan Pandu Sukarya (01:07:55). Pertarungan ketiganya berlangsung sengit, nyaris tanpa jarak, menggambarkan kualitas dan kedalaman atletik generasi saat ini.
Dari sisi perempuan, Okekta Elvina Naibaho mengukir nama sebagai juara Overall Female Nasional dengan catatan waktu 01:15:05. Penampilannya tak hanya impresif, tapi juga memberi harapan baru bagi regenerasi pelari putri Indonesia di kancah internasional.
Sementara itu, para pelari asing mendominasi kategori Overall Male dan Overall Female, menandai kuatnya magnet Jakarta di mata komunitas pelari global. Mathew Samperu dari Kenya menjadi yang tercepat di kategori Overall Male dengan waktu 1:02:56, diikuti kompatriotnya Peter Wanyoike Ndungu dan Victor Kipchirchir.
Lini perempuan tak kalah gemilang. Daisilah Jerono mencatat waktu luar biasa 01:11:24, unggul tipis dari dua pelari Kenya lainnya, Mercy Cheruto Lagat dan Eunice Nyawira Muchiri. Pertarungan mereka bukan hanya soal kecepatan, tapi juga stamina dan strategi.
Meski atmosfer kompetisi begitu intens, momen ini tetap terasa inklusif dan penuh semangat persaudaraan. Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno, Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa, dan Pemred Harian Kompas Haryo Damardono, sepakat bahwa keberhasilan acara ini terletak pada sinergi antara sport, city branding, dan komunitas.
“Jakarta kini tak lagi hanya jadi tempat singgah, tapi jadi destinasi kompetisi,” kata Purbaya. “Kami ingin melihat pelari Indonesia tidak hanya jadi tuan rumah, tapi juga juara.”
Sementara itu, kategori Master pun turut mencuri perhatian. Jauhari Johan dan Debby Meylia tampil dominan di kelas veteran, membuktikan bahwa usia bukan batas bagi performa tinggi. Mereka adalah inspirasi hidup bahwa kebugaran tak mengenal masa pensiun.
Dengan standar pelaksanaan internasional, dukungan penonton yang massif, serta pencapaian atletik yang mengesankan, LPS Monas Half Marathon 2025 bukan sekadar event olahraga—ia adalah panggung prestasi dan regenerasi, serta bukti nyata bahwa Jakarta layak menyandang gelar kota sport tourism terdepan di Asia Tenggara.

Dan dari garis start hingga finis, satu hal terasa nyata: semangat untuk bangkit, berlari, dan melampaui batas—telah menjadi denyut baru bagi Indonesia.
**Benksu





