Indonesia Bidik Posisi Pusat Wellness Tourism Dunia Lewat “Wonderful Indonesia Wellness 2025”

Sportstourismindonesia – Jakarta, 17 September 2025 – Indonesia menegaskan ambisinya menjadi salah satu pusat wellness tourism dunia dengan meluncurkan program besar bertajuk “Wonderful Indonesia Wellness 2025”. Melalui event ini, Indonesia tidak hanya ingin memamerkan destinasi indah, tetapi juga mengangkat tradisi kebugaran dan filosofi hidup sehat yang telah mengakar dalam budaya bangsa.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menekankan bahwa pariwisata kebugaran kini menjadi tren global yang terus tumbuh. Data Global Wellness Institute (GWI) mencatat nilai ekonomi wellness dunia mencapai 6,32 triliun dolar AS pada 2023, dan diproyeksikan naik hingga 9,68 triliun dolar AS pada 2029. Indonesia sendiri berada di posisi strategis dengan kontribusi senilai 56,4 miliar dolar AS, tertinggi di Asia Tenggara.

“Indonesia berada di titik yang unik. Wisatawan dunia kini rela membayar lebih untuk pengalaman yang autentik, menyembuhkan, dan transformatif. Kita punya semua itu dalam tradisi dan kearifan lokal,” ujar Menteri Widiyanti saat peluncuran program di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Rabu (17/9).

Program “Wonderful Indonesia Wellness 2025” akan digelar sepanjang November di Surakarta, Jawa Tengah, dan Yogyakarta. Acara ini menjadi payung besar dari dua festival kebugaran budaya, yakni Jogja Cultural Wellness Festival (JCWF) dan Royal Surakarta Wellness Festival (RSWF), yang mengangkat tradisi wellness Kerajaan Mataram.

Deputi Bidang Pengembangan Event Kemenpar, Vinsensius Jemadu, menyebut bahwa program ini didesain untuk memperkuat branding Indonesia sebagai tuan rumah event kebugaran kelas dunia.

“Wellness bukan sekadar layanan spa atau herbal, tapi gaya hidup sehat yang ditopang filosofi budaya. Itu kekuatan Indonesia dibanding destinasi lain,” jelasnya.

Gusti Kanjeng Ratu Bendara, Ketua BPPD Yogyakarta, menambahkan bahwa filosofi keseimbangan hidup yang tertanam dalam budaya Jawa menjadi nilai tambah bagi wellness tourism Indonesia.

“Konsep Salarasing Urip, Wiraga, Wirasa, Wirama menekankan kesatuan hidup, raga, rasa, dan irama. Inilah yang membedakan kita dari sekadar tren gaya hidup modern,” ujarnya.

Sementara itu, dari Surakarta, GRAy Putri Purnaningrum selaku Project Leader RSWF menekankan pentingnya wellness sebagai ruang untuk memulihkan diri.

BACA JUGA :  Menparekraf Apresiasi Pelaku Wisata Hadirkan Paket Wisata Kopi Kintamani

 

“Keraton Surakarta punya filosofi Titi, Ngadi, Ngusadi, yaitu menyelesaikan problem kehidupan dengan cara menghargai dan menyembuhkan diri. Konsep ini sangat relevan bagi dunia modern yang penuh tekanan,” katanya.

Melalui inisiatif ini, pemerintah berharap Indonesia dapat memperkuat daya tariknya di pasar global, sekaligus menjadikan budaya kebugaran Nusantara sebagai identitas pariwisata baru yang mendunia.

**Benksu

Sports Tourism Indonesia