Sportstourismindoneiaa – Jakarta 2 Oktober 2025 Menjadi seorang dokter bukan sekadar menjalani profesi, melainkan juga bentuk pengabdian dan dedikasi kepada sesama. Hal itu yang diyakini oleh seorang dokter muda yang kini membuka praktik mandiri 24 jam, demi memberikan akses layanan kesehatan yang lebih mudah bagi masyarakat dari berbagai latar belakang.
Sejak kecil, motivasi terbesarnya tumbuh dari harapan orang tua. Sang dokter ingin menjadi sahabat bagi banyak orang, bukan hanya melalui nasihat langsung, melainkan lewat karya dan pelayanan tentang nilai kasih yang melahirkan empati.
“Saya selalu ingat pesan bahwa kita harus memperlakukan orang lain sebagaimana kita ingin diperlakukan. Prinsip itu yang saya pegang ketika berhadapan dengan pasien,” ungkap dokter yang ramah ini.

Menempuh perjalanan panjang sejak kuliah kedokteran hingga kini menjalani praktik, ia menyadari bahwa dunia medis bukan hanya soal obat dan diagnosa. Ada sisi lain yang tak kalah penting: pendekatan humanis.
“Banyak pasien datang bukan hanya dengan sakit fisik, tapi juga beban psikologis, keterbatasan ekonomi, atau bahkan kesepian karena jauh dari keluarga. Di situlah dokter perlu hadir dengan empati,” ujar dr. Melissa.
Dalam kesehariannya, ia kerap menghadapi pasien dari berbagai lapisan masyarakat. Mulai dari orang tua, anak-anak, hingga keluarga dengan keterbatasan finansial. Tak jarang, pasien datang hanya karena mendengar kabar dari mulut ke mulut. Baginya, kepercayaan itu adalah kebanggaan tersendiri.
“Kalau pasien sudah percaya dan kembali berobat, itu artinya mereka merasa dilayani dengan baik. Itu sebuah hadiah yang tidak ternilai,” ujar dr. Melissa.
Tak hanya membuka praktik pribadi dengan apotek internal untuk memastikan pasien mendapat obat sesuai kebutuhan, ia juga aktif dalam program Posyandu dan kegiatan layanan kesehatan di masyarakat.
Menurutnya, menjadi dokter berarti siap hadir kapan pun dibutuhkan. “Capek itu pasti. Tapi rasa lelah bisa terbayar ketika melihat pasien sembuh dan berterima kasih.
Pasien sembuh dan berterima kasih. Bahkan tidak jarang pasien menitipkan doa” Yg baik utk dokter, “Itu yg paling heart warming buat saya. Itu motivasi terbesar saya,” tambah dokter muda cantik ini.
Di tengah kesibukan, ia masih menyimpan cita-cita melanjutkan pendidikan ke jenjang spesialis. Namun, untuk saat ini, ia memilih fokus memberikan pelayanan terbaik. “Bagi saya, menjadi dokter yang baik bukan hanya tentang keahlian medis, tapi juga tentang komunikasi, kesopanan, dan ketulusan.
“Selama itu bisa saya jaga, maka pelayanan yang berkualitas akan selalu sampai ke hati pasien,” tutup dr. Melissa.
**Benksu

