Sportstourimsindonesia – Karawang, 9 November 2025 – Tidak hanya tangguh di medan tugas, prajurit Korps Marinir dari Pasmar 3 juga terus menunjukkan keteguhan jiwa juang lewat pelestarian dan prestasi di cabang olahraga warisan bangsa, pencak silat. Dalam ajang Karawang Championship 2025 yang digelar di GOR Panatayuda, Jawa Barat, para pendekar Pasmar 3 sukses memboyong enam medali sekaligus.
Di tengah persaingan ketat yang diikuti lebih dari 2.000 pesilat dari 150 kontingen se-Indonesia, atlet-atlet Pasmar 3 tampil gemilang dengan raihan 3 medali emas, 1 perak, dan 2 perunggu. Namun di balik keberhasilan itu, tersimpan makna yang lebih dalam: pencak silat bukan sekadar ajang olahraga, melainkan pembinaan karakter dan semangat nasionalisme prajurit.

Komandan Pasmar 3, Mayjen TNI (Mar) Andi Rahmat M., menegaskan bahwa keikutsertaan Pasmar 3 dalam berbagai kejuaraan bela diri merupakan bagian dari program pembinaan jasmani sekaligus pembentukan mental prajurit.
“Pencak silat mengajarkan disiplin, sportivitas, dan penghormatan pada nilai-nilai budaya bangsa. Prestasi ini bukan hanya kemenangan di atas matras, tetapi juga kemenangan dalam menjaga semangat juang dan kehormatan prajurit Marinir,” ujarnya.
Ketiga medali emas diraih oleh Serda Mar M. Arif Abdul Salam (Kelas D 60–65 kg), Serda Mar Dani Maulana (Kelas E 65–70 kg), dan Serda Mar Manunggaling Nagari (Kategori Seni Tunggal Bersenjata).
Sementara Serda Mar Dimas Seytu Saputro menyumbang perak, dan Prada Mar Ahmad Arobi serta Prada Mar Restu Galatama masing-masing membawa pulang perunggu.
Keberhasilan ini tidak datang tiba-tiba. Para pesilat Pasmar 3 dikenal menjalani latihan rutin dan disiplin tinggi, baik di dalam kesatuan maupun saat persiapan menuju kejuaraan. Dukungan penuh dari satuan serta pelatih turut memperkuat semangat bertanding para atlet.
Selain sebagai ajang unjuk kemampuan, pencak silat juga menjadi sarana pelestarian budaya dan jati diri bangsa Indonesia.
Melalui peran aktif prajurit TNI AL, khususnya Korps Marinir, nilai-nilai luhur bela diri tradisional terus diwariskan kepada generasi muda.
Dengan prestasi ini, Pasmar 3 kembali membuktikan bahwa pengabdian prajurit tidak hanya diwujudkan lewat kekuatan senjata, tetapi juga lewat keuletan, karakter, dan dedikasi menjaga warisan budaya bangsa.
**Benksu





