Negara Hadir di Samudra Pasifik, Danpasmar 3 dan Wagub Papua Barat Daya Tinjau Pulau Fani

Sportstourismindonesia Sorong, Desember 2025
Negara di wilayah perbatasan kembali ditegaskan melalui kunjungan Komandan Pasmar 3 Korps Marinir TNI AL Mayjen TNI (Mar) Andi Rahmat M. bersama Wakil Gubernur Papua Barat Daya H. Ahmad Nausrau ke Pulau Fani, salah satu pulau terluar Indonesia yang berbatasan langsung dengan negara Palau di Samudra Pasifik, Sabtu (13/12/2025).

Pulau Fani bukan hanya titik geografis terluar, tetapi juga memiliki nilai strategis sebagai garda depan kedaulatan Indonesia di kawasan Pasifik. Kunjungan tersebut menjadi simbol kuat kehadiran negara sekaligus pesan bahwa wilayah perbatasan mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat dan daerah bersama TNI.

Wakil Gubernur Papua Barat Daya menyampaikan bahwa peran prajurit Marinir yang bertugas di pulau terluar tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga menjadi wajah negara di hadapan kawasan internasional. Ia mengapresiasi pengabdian prajurit yang menjalankan tugas di wilayah dengan tantangan geografis dan keterbatasan fasilitas.

“Pulau terluar adalah beranda Indonesia. Kehadiran prajurit Marinir di sini adalah bukti nyata bahwa negara hadir dan menjaga setiap jengkal wilayahnya,” ujar Wagub dalam sambutannya.

Sementara itu, Danpasmar 3 menegaskan bahwa Pulau Fani memiliki arti strategis dalam sistem pertahanan negara. Penugasan prajurit Marinir di wilayah perbatasan, menurutnya, merupakan amanah konstitusi yang harus dijalankan dengan profesionalisme, disiplin, dan semangat juang tinggi.

“Kita tidak hanya menjaga wilayah, tetapi juga menjaga kehormatan bangsa. Sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi kunci dalam mempertahankan stabilitas keamanan di pulau terluar,” tegas Danpasmar 3.

Dalam kunjungan tersebut, Danpasmar 3 dan Wakil Gubernur Papua Barat Daya juga menyerahkan tali asih sebagai bentuk dukungan moril kepada prajurit Satgasmar PAM Pulau Terluar XXXIX serta personel Pos TNI AL Pulau Fani. Penyerahan ini menjadi simbol perhatian terhadap kesejahteraan prajurit yang bertugas jauh dari pusat pemerintahan.

Rombongan turut meninjau langsung kondisi pos dan fasilitas pendukung, termasuk sarana operasional dan hunian prajurit. Hasil peninjauan ini diharapkan menjadi bahan evaluasi untuk peningkatan dukungan logistik dan infrastruktur di wilayah perbatasan.

Kunjungan ke Pulau Fani menegaskan bahwa Papua Barat Daya bukan hanya wilayah administratif baru, tetapi juga kawasan strategis nasional yang memiliki peran penting dalam menjaga kedaulatan NKRI di Pasifik. Negara memastikan, dari pusat hingga pulau terluar, Indonesia tetap berdiri kokoh menjaga batas-batasnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kadispora Papua Barat Daya, Kabag Rumah Tangga Papua Barat Daya, Asops Danpasmar 3, serta Asintel Danpasmar 3.

**Benksu

Sports Tourism Indonesia