Sportstourismindonesia – Jakarta Januari 2026 Persaingan ketat antar ganda putra Indonesia justru menjadi penegas kuatnya kedalaman sektor ini di Daihatsu Indonesia Masters 2026. Pertemuan sesama wakil Merah Putih di babak perempat final memastikan Indonesia sudah mengamankan satu tiket semifinal dari nomor ganda putra.
Pasangan senior Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri tampil sebagai pemenang usai menaklukkan rekan senegara Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana melalui laga tiga gim yang berlangsung intens, 21-16, 18-21, 21-13.

Meski sama-sama berasal dari pelatnas, duel ini berjalan sengit sejak awal. Fajar/Fikri sempat menguasai permainan pada gim pertama, namun harus menghadapi perubahan strategi Leo/Bagas di gim kedua yang membuat pertandingan berlanjut hingga rubber game.
Fajar mengakui bahwa lawan mampu mematahkan ritme cepat yang biasa mereka mainkan. “Mereka memperlambat tempo dan kami terlambat mengantisipasi. Di situ kami banyak kehilangan poin beruntun,” ujarnya seusai laga.
Sementara itu, Leo menilai kesalahan sendiri menjadi faktor krusial kegagalan mereka menjaga momentum.
“Di poin-poin penting kami terlalu banyak error. Itu sangat menentukan,” katanya.
Kemenangan ini tak sepenuhnya datang dengan mudah. Fajar secara terbuka menyebut permainan depan Leo menjadi salah satu tantangan terbesar dalam laga tersebut. Ia mengakui harus bekerja ekstra untuk keluar dari tekanan pola permainan lawan.
Aspek menarik dari duel ini adalah persaingan sehat antar pemain pelatnas. Fikri menegaskan bahwa psy war yang muncul semata-mata merupakan bagian dari kompetisi profesional.
“Bukan soal gengsi, tapi persaingan untuk jadi yang terbaik. Semua ingin menang, tapi tetap sportif,” ujarnya.
Pada babak perempat final, Fajar/Fikri kembali berhadapan dengan pasangan Indonesia lainnya, yakni junior mereka Raymond Indra/Nikolaus Joaquin. Pasangan muda tersebut melangkah ke delapan besar setelah menyingkirkan wakil Chinese Taipei dalam laga dramatis tiga gim.

Joaquin menyebut keberanian mengambil risiko di poin-poin akhir menjadi kunci kemenangan mereka.
“Kami sudah tertinggal, jadi pikirannya nekat saja. Apalagi sudah masuk golden point,” tuturnya.
Pertemuan dua pasangan Indonesia ini memastikan satu tempat semifinal ganda putra akan menjadi milik tuan rumah. Peluang Indonesia bahkan masih terbuka untuk menambah wakil semifinal melalui pasangan Sabar Karyaman Gutama/Muhammad Reza Pahlevi Isfahani yang akan menghadapi pasangan Malaysia di perempat final.
Dengan dominasi ini, sektor ganda putra Indonesia kembali menunjukkan kekuatan regenerasi dan persaingan internal yang sehat sebagai modal penting menghadapi turnamen internasional ke depan.
**Benksu





