Sportstourismindonesia – Sorong, Papua Barat Daya, 27 Januari 2026 Di balik ketangguhan prajurit Korps Marinir, tersimpan disiplin latihan olahraga bela diri yang keras dan konsisten.
Salah satunya terlihat di Denmako Pasmar 3, di mana karate dijadikan cabang olahraga utama untuk membentuk fisik prima sekaligus mental juang prajurit.
Bertempat di lobby barat Mako Pasmar 3, Kesatrian Marinir Agoes Soebekti, prajurit Denmako Pasmar 3 menjalani latihan karate rutin yang bukan hanya berfungsi sebagai pembinaan bela diri, tetapi juga sebagai sarana pembentukan karakter ala atlet olahraga tempur.

Latihan ini mencakup teknik dasar, kata, kumite, hingga penguatan fisik intensif. Setiap gerakan menuntut presisi, kecepatan, dan kontrol emosi—nilai-nilai yang juga menjadi fondasi dalam olahraga bela diri kompetitif.
Lebih dari Sekadar Bela Diri
Karate dalam konteks latihan Marinir tak sekadar soal teknik memukul atau menangkis. Olahraga ini dipilih karena kemampuannya melatih fokus, daya tahan, serta keberanian dalam mengambil keputusan di bawah tekanan.
Sesi sparing antar prajurit menjadi momen krusial untuk mengaplikasikan teknik secara langsung. Di arena latihan, prajurit dituntut tetap tenang, menghormati lawan, serta mengendalikan emosi—prinsip yang identik dengan etika karate sekaligus karakter atlet profesional.
Olahraga Tempur Pembentuk Karakter
Komandan Pasmar 3, Mayjen TNI (Mar) Andi Rahmat M., menegaskan bahwa olahraga bela diri merupakan bagian tak terpisahkan dari pembinaan prajurit.
“Karate mengajarkan disiplin, sportivitas, dan mental pantang menyerah. Nilai-nilai ini sangat penting, baik dalam olahraga maupun dalam tugas prajurit di lapangan,” tegasnya.
Menurutnya, latihan yang dilakukan secara berkesinambungan akan menciptakan prajurit yang tidak hanya kuat secara fisik, tetapi juga matang secara mental dan emosional.

Semangat Atlet di Balik Seragam
Pendekatan latihan karate ini mencerminkan bagaimana olahraga berperan besar dalam membangun kualitas sumber daya manusia, termasuk di lingkungan militer. Dengan semangat layaknya atlet bela diri, prajurit Denmako Pasmar 3 terus mengasah kemampuan diri agar selalu siap menghadapi tantangan apa pun.
Melalui karate, Korps Marinir TNI AL menegaskan bahwa olahraga bukan hanya tentang prestasi di arena pertandingan, tetapi juga tentang membentuk karakter, daya juang, dan kesiapan mental—nilai yang relevan baik di gelanggang olahraga maupun dalam pengabdian menjaga keutuhan NKRI.
**Benksu





