Sportstourismindonesia – Karanganyar Februari 2026 Pemerintah tidak ingin prestasi gemilang para atlet disabilitas Indonesia berhenti pada perolehan medali semata. Dalam kunjungannya ke Paralympic Training Center Indonesia di Karanganyar, Jawa Tengah, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora RI) Erick Thohir menegaskan komitmen pemerintah untuk memastikan kesejahteraan atlet hingga masa pensiun melalui program literasi keuangan.
Langkah ini disiapkan menyusul keberhasilan kontingen Indonesia meraih 135 medali emas pada ASEAN Para Games 2025. Dengan bonus bernilai besar yang akan diterima atlet, Menpora menilai penting adanya pendampingan agar dana tersebut dapat dikelola secara bijak dan berkelanjutan.
“Kita juga akan mendampingi melalui financial literacy supaya para atlet ini bisa menabung dan melakukan hal lain untuk masa depannya,” ujar Erick.
Menurutnya, bonus prestasi tidak boleh hanya menjadi kebahagiaan sesaat. Pemerintah ingin para atlet mampu mengubah pencapaian tersebut menjadi aset produktif, investasi, atau usaha yang dapat menopang kehidupan mereka setelah tidak lagi aktif bertanding.
Fokus pada literasi keuangan ini sekaligus menjadi bagian dari transformasi pembinaan olahraga nasional, di mana aspek kesejahteraan atlet menjadi perhatian serius selain peningkatan prestasi. Di sisi lain, pemerintah juga tidak ingin terlena dalam euforia kemenangan. Usai sukses di ASEAN Para Games 2025, persiapan menuju Asian Para Games 2026 dan Asian Games 2026 di Jepang langsung digenjot melalui kelanjutan program pemusatan latihan nasional (pelatnas).
Menpora menyampaikan bahwa Kementerian Pemuda dan Olahraga terus melakukan koordinasi dan konsolidasi latihan, meskipun menghadapi keterbatasan anggaran. Pemerintah juga tengah menyisir alokasi anggaran agar program pembinaan tetap berjalan optimal.
Ia menambahkan, dalam waktu dekat pihaknya akan mengundang National Paralympic Committee (NPC) untuk duduk bersama membahas target serta evaluasi menuju ajang multievent tingkat Asia tersebut.
Dengan kombinasi pembinaan berkelanjutan dan penguatan literasi keuangan, pemerintah berharap para atlet disabilitas Indonesia tidak hanya berjaya di arena pertandingan, tetapi juga memiliki fondasi kehidupan yang kokoh dan sejahtera di masa depan.
**Benksu





