Sportstourismindonesia – Jakarta, 9 Maret 2026 – Upaya menjaga keselamatan dan performa atlet Indonesia mendapat perhatian serius.
Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia membuka peluang kerja sama dengan Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PP PERKI) untuk melakukan skrining kesehatan jantung bagi atlet nasional, termasuk sejak usia dini.
Dukungan tersebut disampaikan Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga Taufik Hidayat saat menerima audiensi pengurus PP PERKI di kantor Kemenpora, Jakarta, Senin (9/3). Pertemuan itu membahas langkah strategis untuk memastikan atlet Indonesia memiliki kondisi jantung yang sehat sebelum menjalani program latihan maupun kompetisi.
Menurut Taufik, pemeriksaan kesehatan jantung merupakan langkah penting untuk mencegah risiko fatal seperti serangan jantung mendadak yang bisa terjadi saat atlet menjalani aktivitas fisik intens.
“Menurut saya apa yang dilakukan PP PERKI sangat bagus dan membantu dalam melakukan skrining atlet, apalagi jika dilakukan sejak usia dini. Ke depan saya akan melaporkan ke Pak Menpora untuk usulan tindak lanjut bentuk kerja samanya,” ujar Taufik.
Skrining Jadi Bagian Pembinaan Atlet
Dalam pertemuan tersebut, Ketua PP PERKI Ade Meidian Ambari menjelaskan bahwa program skrining kardiovaskular ini bertujuan membantu pemerintah dan berbagai cabang olahraga dalam memastikan kesehatan atlet secara menyeluruh.
Menurutnya, pemeriksaan jantung secara rutin penting dilakukan untuk mendeteksi potensi gangguan sejak dini, sehingga risiko kesehatan serius dapat dicegah sebelum atlet mengikuti kompetisi.
PERKI juga mengusulkan agar skrining kesehatan jantung dapat diintegrasikan ke dalam sistem pembinaan atlet nasional, sehingga menjadi bagian standar dari proses pembinaan olahraga di Indonesia.
“Terima kasih Pak Wamenpora atas waktunya. Kami dari PP PERKI sangat peduli dan ingin membantu agar atlet-atlet kita bisa terhindar dari serangan jantung. Kami berharap ada tindak lanjut kerja sama dengan Kemenpora ke depannya,” kata Ade.
Menjaga Performa dan Keselamatan Atlet
Program skrining jantung bagi atlet dinilai tidak hanya penting untuk aspek keselamatan, tetapi juga mendukung performa olahraga. Dengan kondisi jantung yang terpantau secara medis, atlet dapat menjalani latihan dan pertandingan dengan risiko kesehatan yang lebih terkendali.
Jika kerja sama ini terealisasi, Indonesia berpotensi memiliki sistem pemantauan kesehatan atlet yang lebih komprehensif, sejalan dengan praktik di berbagai negara yang sudah menjadikan pemeriksaan kardiovaskular sebagai standar dalam dunia olahraga profesional.
Langkah ini diharapkan dapat memperkuat sistem pembinaan olahraga nasional sekaligus melindungi atlet dari risiko kesehatan yang dapat mengancam karier maupun keselamatan mereka di lapangan.
Benksu





