Start Lambat, RANS Simba Bogor Bayar Mahal di Overtime

Sportstourismindonesia – Bogor Maret 2026 Keterlambatan “panas” menjadi harga mahal yang harus dibayar RANS Simba Bogor saat menghadapi Kesatria Bengawan Solo dalam lanjutan IBL 2026. Meski sempat menunjukkan mental pantang menyerah hingga memaksa overtime, tim Kota Hujan akhirnya harus mengakui keunggulan lawan dengan skor tipis 101-105, Minggu (15/3).

Laga ini sejatinya memperlihatkan dua wajah berbeda dari RANS. Di awal pertandingan, mereka tampak kesulitan menemukan ritme permainan, terutama dalam transisi bertahan. Hal ini dimanfaatkan dengan baik oleh Kesatria Bengawan Solo untuk membangun keunggulan sejak kuarter pertama.

Pelatih Antonius Joko Endratmo secara terbuka mengakui kelemahan timnya terletak pada lambatnya adaptasi di awal laga. Menurutnya, respons yang tidak cepat dalam membaca permainan lawan membuat jarak poin melebar di dua kuarter pertama.

“Kami start atau panasnya terlalu lama, makanya di dua kuarter awal perolehan poin jauh karena kami tidak merespons dengan cepat dalam transisi defense,” ujar Joko.

Namun, memasuki paruh kedua, RANS mulai bangkit. Performa yang lebih agresif dan kolektif membawa mereka perlahan memangkas ketertinggalan. Bahkan, semangat juang tim yang diperkuat Daniel Salamena dan rekan-rekannya berhasil memaksa pertandingan berlanjut ke babak tambahan.

Sayangnya, momentum yang telah dibangun tidak mampu dipertahankan hingga akhir. Di overtime, Kesatria Bengawan Solo tampil lebih efektif dalam mengeksekusi peluang, sekaligus memastikan kemenangan dramatis.

Joko pun menyoroti hilangnya momentum di awal sebagai faktor krusial yang memengaruhi hasil akhir.

“Kami juga kehilangan momentum di awal pertandingan karena terlambat menemukan ritme permainan,” tambahnya.

Kekalahan ini menjadi yang kedelapan bagi RANS Simba Bogor dari total 13 pertandingan di musim IBL 2026. Dengan catatan lima kemenangan, mereka masih memiliki pekerjaan rumah besar untuk menjaga konsistensi, terutama dalam mengawali pertandingan.

Laga ini menjadi pengingat bahwa dalam kompetisi seketat IBL, start cepat bukan sekadar keuntungan—melainkan kebutuhan mutlak untuk menghindari tekanan sejak awal.

**Benksu

Sports Tourism Indonesia