Sportstourismindonesia – Sorong, 23 Agustus 2025 Olahraga panahan menjadi sorotan utama dalam perayaan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kota Sorong, Papua Barat Daya. Melalui gelaran Open Tournament Archery yang berlangsung di Lapangan Apel Mako Kodaeral XIV, Sabtu (23/08), ratusan atlet dari berbagai daerah unjuk kemampuan sekaligus memperkuat persatuan lewat olahraga tradisi yang sarat nilai budaya dan disiplin ini.
Ketua Panitia Laksda TNI Joni Sudianto, CHRMP., M.Tr.Opsla., menekankan bahwa turnamen ini lebih dari sekadar ajang adu ketangkasan. Menurutnya, panahan memiliki nilai strategis untuk membina generasi muda agar tumbuh dengan karakter disiplin, sportivitas, dan rasa cinta tanah air.

“Turnamen panahan ini bukan hanya untuk mencari juara, tetapi juga sebagai wahana mempererat silaturahmi antar-atlet, masyarakat, dan instansi. Kami berharap lahir bibit-bibit unggul yang kelak bisa membawa nama Papua Barat Daya dan Indonesia ke level dunia,” ujarnya dalam sambutan pembukaan.
Kejuaraan sehari penuh ini mempertandingkan tujuh kategori panahan, menghadirkan atmosfer kompetisi yang semarak namun tetap menjunjung tinggi sportivitas. Suasana pembukaan semakin meriah dengan atraksi panahan dari atlet-atlet terbaik yang memukau para penonton.
Olahraga panahan sendiri semakin diminati masyarakat, terutama kalangan muda, karena selain mengasah keterampilan fisik, juga menuntut konsentrasi tinggi, ketelitian, serta daya juang. Nilai-nilai inilah yang menjadi bekal penting untuk membentuk karakter generasi penerus bangsa.
Kehadiran para pejabat TNI AL, termasuk Danmenkav 3 Marinir Letkol Mar Fachrul Ahmadi, S.H., M.Tr.Opsla., memberi dukungan moral tersendiri bagi para peserta. Fachrul Ahmadi menegaskan, “Panahan mengajarkan fokus, ketekunan, dan keberanian. Semoga dari Papua Barat Daya lahir atlet yang mampu mengharumkan nama Indonesia di ajang internasional.”

Turnamen ditutup dengan sesi foto bersama seluruh peserta, pejabat TNI AL, serta tamu undangan, menandai dimulainya rangkaian pertandingan yang diharapkan tidak hanya melahirkan prestasi, tetapi juga memperkuat persaudaraan di bumi Papua Barat Daya.
**Benksu





