Sportstourismindonesia SORONG, Januari 2026 Upaya percepatan pembangunan Indonesia Timur membutuhkan fondasi stabilitas keamanan dan kesamaan visi lintas sektor. Hal itu mengemuka dalam Seminar Nasional bertema “Membangun Indonesia Timur” yang digelar di Antares Hall, Prime Hotel Vega Sorong, Papua Barat Daya, Jumat (16/1/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Inspektur Pasukan Marinir (Ir Pasmar) 3, Anugrah Auliadi Santoso, sebagai representasi komitmen Korps Marinir TNI AL dalam mendukung kebijakan strategis pemerintah, khususnya di wilayah timur Indonesia yang memiliki nilai geopolitik dan ekonomi tinggi.

Seminar nasional ini menghadirkan Utusan Presiden RI Bidang Iklim dan Lingkungan, Hashim Djojohadikusumo, serta diikuti unsur TNI–Polri, pemerintah daerah, akademisi, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, dan berbagai elemen strategis di Papua Barat Daya.
Dengan subtema “Strategi Percepatan Program Prioritas Presiden untuk Menyongsong Indonesia Emas 2045”, forum ini menjadi ruang konsolidasi pemikiran dan langkah konkret untuk menyatukan peran keamanan, pembangunan, dan pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan.
Dalam paparannya, Hashim menegaskan bahwa pembangunan Indonesia Timur merupakan bagian tak terpisahkan dari visi besar nasional menuju Indonesia Emas 2045. Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, TNI–Polri, serta masyarakat dalam menjaga stabilitas keamanan di tengah tantangan global, mulai dari perubahan iklim hingga dinamika geopolitik kawasan.
Papua dan kawasan timur Indonesia, menurutnya, memiliki posisi strategis sebagai motor pertumbuhan ekonomi nasional di masa depan. Karena itu, percepatan pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan penguatan keamanan wilayah harus berjalan seiring agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara merata.
Kehadiran Ir Pasmar 3 dalam seminar ini mencerminkan peran aktif TNI AL, khususnya Pasmar 3, dalam memperluas wawasan strategis prajurit sekaligus memperkuat kolaborasi dengan seluruh komponen bangsa. Sinergi tersebut dinilai krusial untuk menjaga kedaulatan wilayah sekaligus menciptakan iklim kondusif bagi pembangunan berkelanjutan di Papua Barat Daya.

Melalui forum strategis ini, TNI AL menegaskan posisinya tidak hanya sebagai penjaga pertahanan negara, tetapi juga sebagai mitra aktif dalam mendukung agenda pembangunan nasional, khususnya di kawasan Indonesia Timur.
**Benksu





