PERBASI Siapkan Dua Pintu Menuju Asia: Talenta Lokal dan Diaspora Berebut Tempat di Timnas U18

Sportstourismindonesia – JAKARTA Maret 2026 Upaya membangun kekuatan masa depan basket Indonesia dimulai dari Hoops Ancol, Jakarta Utara. Selama tiga hari, 26–28 Februari 2026, DPP PERBASI menggelar seleksi nasional (Seleknas) Timnas Bola Basket U18 Putra dan Putri sebagai langkah awal menuju panggung Asia.

Namun seleksi kali ini bukan sekadar mencari 12 pemain terbaik. DPP PERBASI membuka dua jalur besar: talenta dalam negeri dan pemain Indonesia di luar negeri, termasuk pemain heritage berpaspor Indonesia.

Sebuah strategi yang menandai keseriusan organisasi dalam memperluas basis talenta Merah Putih.

Dua Turnamen, Satu Target: Asia

Timnas U18 Putri dijadwalkan menghadapi FIBA U18 Women’s Asia Cup SEAB Qualifiers 2026 di Filipina pada Mei mendatang. Sebulan berselang, Timnas U18 Putra akan tampil di FIBA U18 Asia Cup SEAB Qualifiers 2026 di Thailand.

Kedua ajang tersebut menjadi gerbang menuju FIBA U18 Asia Cup 2026, level kompetisi yang mempertemukan kekuatan terbaik Asia.

“Ini langkah awal untuk memilih pemain yang akan memperkuat Indonesia di dua ajang itu,” ujar Fictor Roring, Pimpro Timnas U18 Putra dan Putri.

181 Nama, Disaring Jadi 20
Sebanyak 181 pemain dipanggil pada tahap pertama ini: 76 putri dan 105 putra dari berbagai daerah di Indonesia. Prosesnya dibuat bertahap dan ketat.

Dari ratusan nama itu, tim pelatih akan mengerucutkan menjadi 40 pemain, lalu menjadi 20 pemain terbaik yang akan mengikuti training camp pada Mei.

“Tahapannya jelas. Dari jumlah ini kami cari 40, lalu Sabtu mudah-mudahan sudah bisa pilih 20 pemain untuk dipanggil ke training camp,” jelas Fictor yang akrab disapa Coach Ito.

Seleksi tahap pertama ini merupakan hasil pantauan Badan Tim Nasional (BTN) DPP PERBASI dari berbagai kejuaraan nasional serta rekomendasi DPD PERBASI di seluruh Indonesia.

Pintu Kedua: Pemain Diaspora dan Heritage

Menariknya, PERBASI juga menyiapkan seleksi tahap kedua khusus bagi pemain Indonesia yang sedang bersekolah di luar negeri maupun pemain heritage yang memiliki paspor Indonesia.

“Kami ingin mencari semua pemain basket Indonesia, baik di dalam negeri maupun di luar. Seleksi tahap kedua akan kami lakukan terpisah untuk pemain yang sedang bersekolah di luar atau pemain heritage yang bisa membela Indonesia,” tegas Coach Ito.

Langkah ini menunjukkan arah baru pembinaann. Timnas usia muda: lebih terbuka, lebih luas, dan berbasis kompetisi murni. Kriteria Sederhana, Standar Tinggi
Apa yang dicari tim pelatih?
“Yang pasti yang terbaik.

Kalau mau simpel: jago, kuat, besar, cepat. Untuk kepentingan Indonesia nanti,” kata Ito lugas. Standar tersebut bukan tanpa alasan. Pada edisi sebelumnya, Timnas U18 Putra sukses menjadi runner-up FIBA U18 Asia Cup SEABA Qualifiers 2024 di Malaysia dan melaju ke FIBA U18 Asia Cup di Yordania.

Sementara Timnas U18 Putri sempat mencatat satu kemenangan di fase grup sebelum berlaga di FIBA U18 Women’s Asia Cup 2024 Division A di China. Pengalaman itu menjadi pijakan untuk membidik hasil lebih baik pada 2026.

Menjaga Api Merah Putih

Sekjen DPP PERBASI Nirmala Dewi menilai seleksi ini bukan sekadar agenda teknis, melainkan panggilan kebangsaan.

“Berjuang untuk Merah Putih adalah panggilan setiap warga negara Indonesia. Kami apresiasi semangat para pemain muda yang bersaing secara fair untuk menjadi bagian dari Timnas U18,” ujarnya.

Menurutnya, melalui seleknas ini PERBASI ingin memastikan talenta Indonesia mampu bersaing dengan negara-negara Asia dan Asia Tenggara.

Di Hoops Ancol, bukan hanya lemparan dan dribel yang diuji. Mental, fisik, dan karakter juga menjadi bagian dari seleksi. Dari ratusan mimpi yang hadir, hanya segelintir yang akan melangkah lebih jauh.
Dan bagi mereka yang terpilih, perjalanan sesungguhnya baru saja dimulai.

**Benksu

Sports Tourism Indonesia