Dari Boccia ke Masa Depan: Bonus Rp1 Miliar Jadi Modal Gischa Zayana Tatap Prestasi Lebih Tinggi

Sportstourismindonesia – Jakarta Maret 2026 Prestasi di arena pertandingan kini berlanjut menjadi langkah strategis di luar lapangan bagi atlet boccia Indonesia, Gischa Zayana. Bonus Rp1 miliar yang diterimanya usai sukses di ASEAN Para Games 2025 tak hanya disyukuri, tetapi juga dipandang sebagai fondasi untuk membangun masa depan karier.

Peraih dua medali emas dari nomor individu putri BC2 dan tim campuran BC1-2 ini menilai bonus tersebut memiliki makna lebih dalam dibanding sekadar penghargaan atas pencapaian.

“Saya sudah menerima informasi resmi dari Pemerintah terkait pencairan bonus tersebut.Syukur alhamdulillah atas apresiasi perhatian yang diberikan kepada para atlet,” ujar Gischa.

Di usia yang baru menginjak 20 tahun, Gischa menunjukkan kematangan dalam memandang karier sebagai atlet. Ia berkomitmen mengalokasikan bonus tersebut untuk mendukung kebutuhan latihan, pengembangan diri, hingga investasi jangka panjang.

“Bagi saya, bonus tersebut memiliki arti yang sangat besar. Tidak hanya sebagai bentuk penghargaan, tetapi juga menjadi dukungan untuk menunjang kebutuhan sebagai atlet dan untuk masa depan saya,” jelasnya.

Capaian Gischa sendiri tidak datang secara instan. Sebelumnya, ia juga telah mencatatkan prestasi membanggakan dengan meraih medali perunggu di Paralimpiade Paris 2024, yang semakin menegaskan posisinya sebagai salah satu atlet boccia andalan Indonesia.

Lebih jauh, Gischa melihat perhatian pemerintah, khususnya Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, sebagai faktor penting dalam menjaga konsistensi prestasi atlet. Menurutnya, dukungan tersebut sudah sangat membantu, namun tetap perlu ditingkatkan agar pembinaan atlet semakin optimal.

“Dukungan dari Pemerintah dan masyarakat sangat berarti bagi kami. Itu menjadi semangat untuk terus berprestasi dan mengharumkan nama Indonesia,” tegasnya.

Dengan pendekatan yang lebih visioner, Gischa tidak hanya berhenti pada podium kemenangan. Ia menjadikan setiap apresiasi sebagai pijakan untuk melompat lebih jauh—membuktikan bahwa prestasi atlet bukan hanya tentang hari ini, tetapi juga tentang masa depan yang sedang dibangun.

**Benksu

Sports Tourism Indonesia