Sportstourism – 1 Juli 2026 Alumni pemain DBL musim 2017-2018, Viknes Waren Mahaputra, kembali menjadi perbincangan setelah tampil dalam peragaan busana koleksi terbaru brand mode asal Prancis, Jacquemus. Viknes tampil dalam fashion show bertajuk “Le Bonheur” yang diadakan di mercusuar Phare de la Pietra, Corsica, pada Senin lalu (29/6). Penampilan Viknes menuai perhatian publik dan menjadi pencapaian terbaru dalam perjalanan kariernya di industri fashion internasional.
Jauh sebelum melangkah di runway berbagai pekan mode dunia, Viknes dikenal sebagai salah satu student-athlete berbakat di Yogyakarta. Alumni SMA Budi Mulia 2 Yogyakarta itu pernah membela sekolahnya pada Honda DBL DI Yogyakarta musim 2017 dan 2018.
Pada musim 2018, Viknes tampil impresif hingga sukses mengantarkan timnya bersaing di kompetisi serta meraih penghargaan Most Valuable Player (MVP). Berkat performanya tersebut, ia juga mendapat kesempatan mengikuti DBL Camp di Surabaya, program pemusatan latihan pemain-pemain terbaik dari berbagai kota di Indonesia.
Namun, perjalanan Viknes kemudian mengambil arah yang berbeda. Di tengah peluang untuk melanjutkan karier di dunia basket, ia memilih menempuh pendidikan di Prancis yang kemudian mempertemukannya dengan passion di industri fashion.
“Sempat ragu juga kalau gak bisa lanjut basket. Waktu itu aku cuman pengen buat coba kuliah di luar negeri. Sambil tetap basket siapa tahu bisa main buat tim-tim di Eropa juga kan,” ujar Viknes saat diwawancara DBL Indonesia kala itu.
Keputusan tersebut menjadi titik awal babak baru dalam hidupnya. Postur tubuh yang tinggi serta minatnya terhadap dunia mode membuka jalan bagi Viknes untuk berkarier sebagai model profesional. Seiring waktu, namanya mulai mendapat perhatian sejumlah rumah mode internasional.
Sebelum tampil di runway Jacquemus, Viknes lebih dulu dipercaya berjalan di Milan Men’s Fashion Week untuk sejumlah label ternama seperti Neil Barrett, JordanLuca, hingga Zegna. Kini, kehadirannya dalam presentasi koleksi terbaru Jacquemus kembali menjadi sorotan publik sekaligus menambah daftar pencapaiannya di panggung mode dunia.
Bagi DBL Indonesia, perjalanan Viknes menjadi salah satu contoh bagaimana pengalaman yang diperoleh selama menjadi student-athlete dapat menjadi bekal untuk menapaki berbagai jalur profesi. Kompetisi DBL sejak awal memang tidak hanya menghadirkan ruang untuk bertanding, tetapi juga membangun kultur yang menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, kerja keras, kemampuan bekerja sama, serta profesionalisme. Nilai-nilai tersebut diharapkan dapat terus melekat pada para alumninya, apa pun bidang yang kemudian mereka pilih.
Perjalanan Viknes menunjukkan bahwa keberhasilan seorang alumni DBL tidak selalu bermuara pada karier sebagai atlet profesional. Ada yang menjadi dokter, pengusaha, akademisi, kreator, maupun profesional di industri kreatif. Seluruhnya berangkat dari fondasi karakter yang sama, yakni keberanian untuk berkembang, konsisten mengejar tujuan, dan mampu beradaptasi menghadapi tantangan baru.
Bagi Viknes sendiri, basket tetap menjadi bagian penting dalam perjalanan hidupnya. Dalam wawancara bersama DBL Indonesia sebelumnya, ia mengaku olahraga tersebut mengajarkannya banyak hal, mulai dari kedisiplinan, kerja sama tim, hingga kepercayaan diri. Pengalaman itulah yang kemudian turut membentuk mentalnya saat memasuki industri fashion yang kompetitif.
Perjalanan Viknes menjadi pengingat bahwa setiap pengalaman memiliki peran dalam membentuk masa depan. Lapangan basket mungkin menjadi titik awal, tetapi semangat untuk terus berkembang telah membawanya melangkah jauh hingga ke salah satu panggung fashion paling bergengsi di dunia.
**Benksu





