Sportstourism – Jakarta 3 Agustus 2026 Indonesia All Stars tak sekadar menjadi tim hiburan dalam laga persahabatan melawan klub Liga Inggris Aston Villa. Tim racikan pelatih Kurniawan Dwi Yulianto ini justru menjadi panggung pembuktian kualitas pemain-pemain terbaik Liga Indonesia dan talenta muda nasional saat menghadapi salah satu kekuatan Eropa.
Pertandingan yang menjadi bagian dari Aston Villa Pre-Season Tour Indonesia 2026 itu akan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (1/8/2026), dengan kick-off pukul 19.00 WIB.
Berbeda dengan tim eksibisi pada umumnya, Indonesia All Stars dibangun dengan komposisi yang cukup kompetitif. Skuad ini menggabungkan pemain berpengalaman di kompetisi domestik, pemain naturalisasi, hingga sejumlah wonderkid yang menjadi andalan Timnas Indonesia kelompok umur.
- Pelatih kepala Kurniawan Dwi Yulianto menilai laga melawan Aston Villa akan menjadi kesempatan berharga bagi para pemain untuk mengukur kemampuan menghadapi klub yang tampil di level tertinggi sepak bola Eropa.

“Pemain-pemain Indonesia All-Stars bakal dapat banyak pelajaran saat menghadapi Aston Villa. Kami akan berupaya mengimbangi permainan mereka sebaik mungkin,” ujar Kurniawan.
Di sektor penjaga gawang, Kurniawan Kartika Ajie dipercaya menjadi pilihan utama. Pengalaman panjangnya bersama sejumlah klub Liga Indonesia diharapkan mampu memberikan rasa aman di bawah mistar saat menghadapi gempuran lini serang Aston Villa.
Lini pertahanan mengandalkan kombinasi pengalaman dan regenerasi. Nama Brandon Scheunemann menjadi sorotan sebagai bek muda yang berkembang melalui pembinaan sepak bola Indonesia tanpa proses naturalisasi. Ia akan didampingi bek senior Hasyim Kipuw yang dipercaya sebagai wakil kapten tim.
Keseimbangan permainan Indonesia All Stars diprediksi bertumpu pada sektor tengah. Kapten tim Ezra Walian akan memimpin lini tengah bersama Zé Valente dan Jordy Wehrmann, dua gelandang yang memiliki pengalaman bermain di Eropa sebelum berkarier di Liga Indonesia.
Wehrmann menjadi salah satu pemain dengan pengalaman internasional paling lengkap di skuad. Lulusan akademi Feyenoord itu pernah tampil di Eredivisie dan merasakan gelar Piala Swiss bersama FC Luzern sebelum bergabung dengan Madura United.
“Aston Villa adalah klub besar Inggris dan juara Eropa. Menjadi bagian dari Indonesia All Stars adalah kesempatan luar biasa. Saya berharap pengalaman bermain di Eropa bisa membantu tim memberikan perlawanan terbaik,” kata Wehrmann.
Di lini depan, Indonesia All Stars menaruh harapan besar kepada generasi muda. Nama Reno Salampessy menjadi perhatian setelah tampil impresif bersama Persipura Jayapura dan Timnas Indonesia U-17. Putra legenda Timnas Ricardo Salampessy itu akan berduet dengan Arkhan Kaka, Hokky Caraka, Kelly Sroyer, Ramai Rumakiek, hingga Terens Puhiri.
Kehadiran para pemain muda tersebut menunjukkan bahwa laga ini juga menjadi ajang memperkenalkan calon-calon tulang punggung Timnas Indonesia di masa depan.
Sementara itu, Aston Villa datang ke Jakarta dengan kekuatan 30 pemain yang dibawa langsung oleh pelatih Unai Emery. Klub asal Birmingham itu juga membawa sejumlah pemain bintang sebagai bagian dari persiapan menghadapi musim baru Premier League serta UEFA Super Cup melawan Paris Saint-Germain.
Selain pertandingan utama, kunjungan Aston Villa ke Indonesia juga diisi dengan berbagai agenda bagi penggemar, mulai dari sesi latihan terbuka, meet and greet, hingga program pengembangan sepak bola.
Bagi Indonesia All Stars, laga ini bukan sekadar pertandingan persahabatan. Menghadapi klub papan atas Inggris menjadi kesempatan langka untuk menguji kualitas pemain lokal sekaligus menunjukkan bahwa kompetisi sepak bola Indonesia mulai mampu melahirkan talenta yang siap bersaing menghadapi lawan berlevel internasional.
**Benksu





