Ubed Jadi Penentu Emas Indonesia, Akhiri Puasa 28 Tahun di Asian Games

Sportstourism – Nagoya, 29 September 2026 — Moh Zaki Ubaidillah menjadi sosok penting di balik keberhasilan tim bulu tangkis beregu putra Indonesia merebut medali emas Asian Games 2026 Aichi-Nagoya. Tampil pada partai kelima yang menjadi penentu, Ubed sukses membawa Indonesia membalikkan keadaan atas China dengan kemenangan 3-2.

Pertandingan yang berlangsung di Ichinomiya City Sports Gymnasium, Jepang, tersebut menjadi momen bersejarah bagi bulu tangkis Indonesia. Kemenangan itu mengakhiri penantian selama 28 tahun untuk kembali meraih medali emas nomor beregu putra Asian Games, setelah terakhir kali Indonesia menjadi juara pada 1998.

Ubed tampil dalam situasi penuh tekanan. Indonesia sempat tertinggal 0-2 sebelum perlahan bangkit dan menyamakan kedudukan menjadi 2-2. Beban kemudian berada di pundak pemain muda yang menjalani debutnya di Asian Games tersebut.

“Sempat tegang di awal-awal. Pastinya ada tanggung jawab yang harus saya selesaikan dengan baik. Ada tim juga tadi yang enggak berhenti sama sekali mendukung saya. Pastinya rasanya campur aduk, senang banget,” kata Ubed seusai pertandingan.

Pada gim pertama, Ubed mengaku sempat kehilangan ketenangan. Rasa gugup membuat permainannya tidak berkembang seperti yang diharapkan.

“Pertama agak sedikit keteteran karena agak sedikit nervous. Saya coba berusaha lebih tenang lagi dan pelatih juga terus meyakinkan saya untuk bisa mengambil poin satu per satu. Alhamdulillah bisa mengembalikan keadaan,” ujarnya.

Dukungan tim menjadi salah satu faktor yang membantu Ubed melewati tekanan tersebut. Sejak Indonesia tertinggal 0-2, para pemain dan pelatih terus membangun keyakinan bahwa peluang untuk membalikkan keadaan masih terbuka.

Menurut Ubed, komunikasi dan kepercayaan antarpemain menjadi modal penting untuk menjaga mental tim hingga pertandingan terakhir.

“Dari awal sudah diskusi juga sama tim, terus meyakinkan bahwa kita tuh masih bisa berjuang sampai akhir. Dan alhamdulillah hasilnya bisa diberi kemenangan dan dikasih podium satu,” tuturnya.

Di balik penampilan Ubed yang menentukan, ada momen emosional yang dilakukannya sebelum memasuki lapangan. Dalam kondisi tegang, ia menyempatkan diri menghubungi kedua orang tuanya untuk meminta doa.

“Tadi sempat telepon juga sebelum main. Pas sebelum masuk ke lapangan saya telepon, meminta doanya, saya agak tegang gitu,” kata Ubed.

Setelah pertandingan berakhir dengan kemenangan, Ubed pun menyampaikan apresiasi kepada keluarga dan masyarakat Indonesia yang terus memberikan dukungan.

“Terima kasih buat kedua orang tua saya dan keluarga saya, dan masyarakat Indonesia juga yang sudah dukung saya sampai saat ini,” pungkasnya.

 

Kemenangan atas China sekaligus menempatkan Ubed dan rekan-rekannya dalam catatan sejarah bulu tangkis Indonesia. Emas beregu putra tersebut bukan hanya menjadi pencapaian pada debut Ubed di Asian Games, tetapi juga mengakhiri penantian panjang Indonesia selama hampir tiga dekade.

***

Sports Tourism Indonesia