Sportstourism – NAGOYA 22 Oktober 2026 Medali perak Asian Para Games 2026 menjadi pijakan penting bagi pasangan para panahan Indonesia, Ken Swagumilang dan Arif Firmansyah, untuk mengejar prestasi yang lebih tinggi. Setelah mencetak sejarah di nomor ganda putra compound, keduanya kini membidik medali emas ASEAN Para Games 2027 sekaligus peluang lolos ke Paralimpiade Los Angeles 2028.
Ken dan Arif mempersembahkan medali perak dari nomor ganda putra compound Asian Para Games 2026 di Okazaki Chuo Sogo Park Multipurpose Square, Rabu (21/10/2026). Capaian tersebut menjadi medali perak pertama Indonesia sepanjang keikutsertaan di ajang Asian Para Games pada nomor tersebut.
Dalam pertandingan final, Ken/Arif harus mengakui keunggulan pasangan Thailand, Teerasak Phiarthanee/Comsan Singpirom, dengan skor 147-150. Persaingan berlangsung ketat sejak awal, dengan kedua pasangan sama-sama mengumpulkan 36 poin pada rangkaian pertama dan kembali imbang 38 poin pada rangkaian ketiga.
Meski belum berhasil meraih emas, hasil ini melampaui target awal tim pelatih yang membidik medali perunggu. Apalagi, Indonesia baru pertama kali mengirimkan wakil pada nomor ganda putra compound di ajang tersebut.
Perjalanan Ken/Arif menuju final juga tidak mudah. Sehari sebelumnya, mereka menyingkirkan pasangan India di semifinal melalui pertarungan sengit dengan skor 156-155.
“Alhamdulillah, tadi kita mendapatkan perak. Kemarin di semifinal, Alhamdulillah juga, kita bisa mengalahkan India dengan skor 156-155,” ujar Ken.
Pasangan Baru, Prestasi Langsung Melampaui Target
Prestasi di Nagoya menjadi pencapaian istimewa bagi Ken dan Arif yang baru mulai berpasangan pada 2025. Keduanya menjalani debut bersama di Beijing pada Juli tahun lalu, sehingga pengalaman di Asian Para Games menjadi ujian penting bagi kekompakan mereka.
Ken mengakui keberhasilan mencapai final merupakan hasil yang patut disyukuri, mengingat perjalanan mereka sebagai pasangan masih relatif singkat.
“Kita ini terhitung sebagai pasangan baru. Baru 2025 debut pertama, di Beijing, bulan Juli. Kalau sampai sekarang, hitungannya bahkan belum sampai dua tahun. Dan kita bersyukur sudah bisa sampai di final,” tuturnya.
Bagi Arif, Asian Para Games 2026 juga menjadi pengalaman pertama tampil dalam ajang multicabang sebesar ini. Ia merasakan perbedaan tekanan yang signifikan ketika berlaga di final dibandingkan saat menjalani babak kualifikasi.
“Pengalaman pertama di Asian Para Games ini. Pressure panggung final sama di lapangan kualifikasi sangatlah berbeda jauh. Dan kondisi angin pun juga beda, cukup mengganggu,” ungkap Arif.
Pelatih para panahan Indonesia, Rameez Ali Surya Negara, mengapresiasi perjuangan kedua atlet tersebut. Menurutnya, medali perak yang diraih telah melampaui sasaran awal tim.
“Ini merupakan pengalaman pertama Ken dan Arif di nomor doubles men’s compound. Jadi ini Asian Para Games pertama mereka untuk kategori doubles. Untuk capaiannya sendiri sebenarnya sudah melebihi target, karena pada awalnya target kita perunggu untuk mereka,” kata Rameez.
Ia menambahkan, kondisi angin yang berubah cepat di arena final menjadi tantangan tersendiri bagi para pemanah. Perbedaan kondisi antara lapangan kualifikasi dan panggung final menuntut atlet mampu menyesuaikan teknik serta menjaga konsentrasi.
Pengalaman Final Jadi Bekal Menuju Los Angeles 2028
Rameez menilai Ken dan Arif memiliki potensi untuk terus bersaing di level internasional. Keduanya disebut konsisten menembus semifinal dalam sejumlah kompetisi, termasuk World Series.
Ke depan, tim pelatih akan meningkatkan jam terbang di pertandingan final sekaligus memperkuat aspek mental. Disiplin, teknik, dan kemampuan mengendalikan tekanan menjadi perhatian utama untuk menghadapi persaingan yang lebih tinggi.
“Mereka nggak pernah absen dari semifinal sebenarnya, di World Series pun. Jadi target tetap seperti biasa, main sampai panggung final,” ujar Rameez.
Ken dan Arif juga telah menetapkan sasaran untuk musim kompetisi berikutnya. Mereka berharap dapat meraih medali emas pada nomor ganda putra compound di ASEAN Para Games 2027 Malaysia.
Selain itu, keduanya membidik hasil maksimal pada World Championships yang menjadi salah satu ajang perebutan tiket menuju Paralimpiade Los Angeles 2028.
“Di tahun depan ada dua event besar. Di ASEAN Para Games Malaysia, semoga kita mendapatkan medali emas untuk nomor ganda para compound putra. Kemudian ada juga World Championship, di situ ada rebutan tiket untuk ke Paralimpiade Los Angeles 2028. Semoga kita bisa mendapatkan medali atau mendapatkan tiket di situ,” kata Ken.
Perjuangan Indonesia di Nagoya Belum Berakhir
Peluang Indonesia menambah medali dari cabang para panahan Asian Para Games 2026 masih terbuka. Ken dijadwalkan kembali bertanding bersama Teodora Audi Ayudia Ferelly pada semifinal beregu campuran compound melawan China, Kamis (22/10/2026), pukul 12.05 waktu setempat.
Sementara itu, Kholidin dan Setiawan akan memperebutkan medali perunggu nomor ganda putra recurve melawan Korea Selatan pada Jumat (23/10/2026) pukul 09.50 waktu setempat.
Kholidin juga akan tampil bersama Noviera Ross pada semifinal beregu campuran recurve menghadapi Iran, Jumat (23/10/2026), pukul 13.15 waktu setempat.
Rameez menegaskan tim tetap optimistis menghadapi pertandingan berikutnya karena masih memiliki sejumlah peluang untuk menambah perolehan medali.
Bagi para panahan Indonesia, keberhasilan Ken dan Arif bukan hanya tentang medali perak. Hasil tersebut menjadi bukti bahwa pasangan yang relatif baru terbentuk mampu menembus persaingan elite Asia sekaligus membuka jalan menuju target prestasi yang lebih besar di tingkat dunia.
**Benksu





