Sportstourismindonesia – Jakarta, 4 April 2025 Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menegaskan bahwa sektor pariwisata merupakan benteng pertahanan ekonomi nasional di tengah tekanan global, menyusul kebijakan tarif timbal balik dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump terhadap produk impor, termasuk dari Indonesia.

“Ketika ekspor barang terkena tarif tinggi, kita harus beralih ke sektor lain yang bebas hambatan perdagangan. Pariwisata adalah ekspor jasa yang tetap bisa tumbuh di tengah dinamika global,” ujar Menpar Widiyanti di Jakarta.
Menurutnya, peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara dapat membantu menjaga stabilitas Rupiah dan memperkuat cadangan devisa nasional. Ia pun menyerukan tiga strategi utama yang harus menjadi fokus seluruh pemangku kepentingan pariwisata:
1. Pariwisata sebagai Ekspor Jasa Penyeimbang
Indonesia memiliki kekayaan budaya dan alam yang besar, namun saat ini kunjungan 13,9 juta wisatawan masih terpusat di beberapa destinasi utama. Kemenpar mengajak pelaku usaha di seluruh daerah untuk memperkuat kesiapan destinasi, produk, tenaga kerja, dan promosi secara terintegrasi agar pariwisata menjadi sumber devisa utama.
2. Penguatan UMKM dan Ekonomi Lokal
Pengembangan desa wisata dan ekonomi berbasis pariwisata di berbagai daerah terus digalakkan guna mendistribusikan manfaat ekonomi secara merata, serta mengurangi ketergantungan pada sektor manufaktur yang terdampak tarif.
3. Fokus pada Wisata Berkualitas (High-Quality Tourism)
Kemenpar mendorong pelaku usaha untuk tidak hanya mengejar jumlah kunjungan, melainkan juga menciptakan pengalaman wisata bernilai tinggi. Segmen wisatawan berkualitas dinilai lebih tahan terhadap fluktuasi harga global. Melalui program “Pariwisata Naik Kelas”, Kemenpar fokus pada sektor maritim, gastronomi, dan wellness.

“Pariwisata bukan sekadar sektor pendukung, tapi garda depan ekonomi yang tangguh dalam menghadapi tekanan global,” tutup Menpar Widiyanti.
**Benksu





