Festival Olahraga Disabilitas Bojonegoro: Pesta Gerak yang Mendeklarsikan Inklusi Tanpa Batas

Sportstourismindonesia – Bojonegoro, 27 November 2025 – Suasana GOR Bojonegoro, Jawa Timur, Kamis (27/11) siang, bukan sekadar riuh lomba. Di dalamnya, 300 anak dari 13 Sekolah Luar Biasa (SLB) berdiri di satu panggung yang sama, mendeklarasikan pesan yang lebih besar dari sekadar olahraga: bahwa inklusi bukan slogan, melainkan pengalaman nyata yang harus dirasakan semua anak Indonesia.

Hal itu mengemuka dalam Festival Olahraga Disabilitas (FOD) yang digelar Kementerian Pemuda dan Olahraga RI (Kemenpora RI) di berbagai kota, dan hari ini memasuki Bojonegoro sebagai etalase semangat kesetaraan akses bagi anak-anak penyandang disabilitas.

Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga Kemenpora, Sri Wahyuni, yang membuka acara, mengarahkan sorotan pidatonya bukan hanya pada kebugaran, tetapi juga pada perubahan paradigma sosial.

“Olahraga adalah hak setiap anak. Tidak ada pengecualian, tidak ada pembatas,” ujar Wahyuni, menegaskan bahwa FOD dirancang bukan hanya sebagai festival kompetitif, melainkan ruang bagi anak-anak disabilitas untuk menarasikan kekuatan mereka sendiri melalui gerak, kebersamaan, dan keberanian tampil di ruang publik.

Menurutnya, FOD bukan tempat untuk menggarisbawahi perbedaan, melainkan momentum kolektif bagi orang tua, guru, pendamping, dan pemerintah untuk menyadari kembali bahwa mimpi anak tidak ditentukan oleh keterbatasan fisik maupun label kebutuhan khusus.

Pesan moral itu makin kuat saat Deputi Wahyuni menyapa peserta secara langsung dari tengah arena.

“Kalian bukan istimewa karena berbeda, tapi karena kalian mampu mengubah perbedaan itu menjadi kekuatan. Teruslah bergerak, bermimpi, dan percaya pada masa depan penuh cahaya,” katanya dengan kalimat yang menggugah tepuk tangan para pendamping, yang hari ini lebih banyak menjadi saksi kebanggaan dibanding sekadar pengawas lomba.

Nada apresiatif juga disampaikan Wakil Menteri. Ia menujukan terima kasih khusus kepada guru dan orang tua, yang menurutnya menjadi “pelita, penguat, dan rumah paling aman” bagi tumbuhnya karakter anak-anak disabilitas.

BACA JUGA :  Jawaban atas Kegelisahan Budaya, 17 Oktober Ditetapkan sebagai Hari Kebudayaan Nasional

Sementara itu, Asdep Olahraga Layanan Khusus Kemenpora, Dadi Surjadi, menambahkan bahwa festival ini bagian dari ikhtiar jangka panjang: lebih banyak partisipasi hari ini, lebih banyak prestasi esok hari.

“Kami ingin memastikan anak-anak kita selalu bergerak, sehingga kelak mereka dapat menunjukkan prestasi untuk kita semua,” ucapnya.

Pada FOD 2025, ragam cabang olahraga yang dipertandingkan menunjukkan bahwa inklusi di olahraga pun menuntut desain yang adaptif, kreatif, dan relevan. Anak-anak mengikuti Para Atletik, Para Bulutangkis, Para Tenis Meja, Catur, Boccia, Tenis Meja, serta Tes Kebugaran—cabang yang menyeimbangkan aspek kompetisi, strategi, koordinasi motorik, dan sportivitas.

Di sisi lain arena, Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, menyampaikan bahwa penunjukan Bojonegoro bukan hanya amanah kerja sama, tetapi kehormatan daerah untuk ikut menggagas masa depan olahraga yang lebih ramah bagi semua.

“Ini adalah penghormatan luar biasa bagi kami. Pemerintah daerah akan terus mendukung pembinaan olahraga disabilitas karena memang itu kewajiban pemerintah—memberi kesempatan, harapan, dan masa depan yang lebih baik bagi mereka,” tuturnya.

Ia juga menitip pesan bagi peserta: bahwa olahraga bukan hanya tentang menang, tetapi juga tentang kolaborasi, komunikasi, dan sinergi untuk menyongsong masa depan.

“Keterbatasan bukan kendala. Yang dibutuhkan hanya ruang—dan kami akan terus menyediakan ruang itu,” tegasnya.

Festival ini turut dihadiri jajaran pemangku kebijakan olahraga dan pendidikan, antara lain Asisten Deputi Olahraga Pendidikan Supeni, Asisten Deputi Olahraga Pendidikan Supeni, Wakil Bupati Nurul Azizah, Kepala Dispora Bojonegoro Arief Nanang Sugianto, Kepala Dinas Pendidikan Bojonegoro Anwar Mukhtadio, serta Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur Wilayah Bojonegoro Rahman Hidayat—yang kehadirannya memperlihatkan kolaborasi lintas sektor antara olahraga dan dunia pendidikan, sebagai fondasi paling konkret bagi pembudayaan lifestyle aktif anak-anak disabilitas.

BACA JUGA :  Aniversary 20 Th Rudy Project Indonesia

Dengan gelaran ini, FOD Bojonegoro bukan lagi dilihat semata sebagai lomba—melainkan milestone penting yang menunjukkan bahwa olahraga Indonesia sedang bergerak menuju ekosistem yang menghormati semua tubuh, semua kemampuan, dan semua mimpi.

**Benksu

Sports Tourism Indonesia