Dari Dentum Tifa ke Transaksi Rakyat, Kesatrian Pasmar 3 Jadi Laboratorium Kebangkitan UMKM Papua TNI AL, Dispen Kormar

Sportstourismindonesia – Sorong. Jika biasanya Tifa menjadi penanda ritus adat, akhir November ini suara sakral itu mengisi ruang berbeda: markas militer.

Indo Marines Run 2025 membuka lembar baru peringatan HUT ke-80 Korps Marinir, bukan dengan parade persenjataan, melainkan gelombang ekonomi rakyat yang ditabuh lewat pemukulan Tifa di Lapangan Apel Mako Pasmar 3, Kesatrian Marinir Agoes Soebekti, Kota Sorong, Sabtu (29/11/2025).

Bazar UMKM yang menyertai gelaran ini menciptakan pemandangan kontras sekaligus inspiratif — tenda-tenda pelaku usaha lokal berdiri di tengah kawasan yang biasanya hanya diisi formasi pasukan, menjadi ruang temu paling cair antara sektor pertahanan dan ekonomi kerakyatan di pesisir Timur Indonesia.

Momentum pembukaan bazar dipimpin Ketua TP-PKK Papua Barat Daya, Ny. Orpa Suzana Kambu, bersama Ketua Korcab Jalasenastri Pasmar 3, Ny.

Julita Andi Rahmat, dan Komandan Pasmar 3, Mayjen TNI (Mar) Andi Rahmat M.. Pemukulan Tifa menjadi simbol bahwa pertahanan bukan hanya soal teritorial, tetapi juga soal ketahanan ekonomi warga.

Sorak dukungan warga di area bazar menyatu dengan semangat pelari yang akan berlomba esok hari. Namun, yang paling banyak mengalir bukan keringat, melainkan optimisme ekonomi.

Stand-stand UMKM dipadati produk kreatif: kuliner khas, fesyen lokal, aksesori etnik, hingga kerajinan yang merepresentasikan identitas Papua sebagai modal ekonomi.

Yang menarik, panitia menyertakan Lomba Karaoke Pelajar sebagai jembatan emosional. Suara anak muda yang mengalun di panggung karaoke bukan sekadar hiburan, tetapi penanda regenerasi ekosistem ekonomi kreatif — di mana budaya, talenta, dan peluang usaha tumbuh berdampingan.

Indo Marines Run 2025 juga menggelar press conference yang mempertemukan tiga pilar penting: komunitas lari Sorong Runners, pelaku UMKM, dan insan media, baik on-site maupun via video conference. Ini memperlihatkan bahwa event ini bukan hanya kompetisi lari, melainkan forum penyusunan masa depan ekonomi rakyat berbasis komunitas.

CEO & Founder Arras Adventure sekaligus Ketua Korcab Jalasenastri Pasmar 3, Ny. Julita Andi Rahmat, menempatkan UMKM sebagai pusat cerita.
“Kami ingin kesatrian menjadi etalase rakyat — tempat produk lokal tampil percaya diri, sekuat mental pelari di garis start,” katanya.
Sementara Mayjen TNI (Mar) Andi Rahmat M. menekankan makna baru pertahanan.

“Lingkar kebersamaan hari ini menunjukkan bahwa benteng paling kokoh adalah ketika rakyatnya kuat secara fisik, budaya, dan ekonomi,” tegasnya.

Indo Marines Run 2025 menandai transformasi ruang militer menjadi ruang interaksi ekonomi sosial, tanpa menanggalkan pesan pokoknya: kebersamaan, sportivitas, dan pencarian talenta muda.

Di Sorong, hari itu, Tifa bukan sekadar dipukul, tetapi digaungkan sebagai undangan kebangkitan — kebangkitan yang diukur bukan dengan stopwatch, melainkan dengan geliat ekonomi rakyat Papua Barat Daya yang bergerak serempak menuju masa depan.

**Benksu

Sports Tourism Indonesia