Sportstourismindonesia – Serpong, 1 Februari 2026 Ketika tekanan memuncak di sembilan hole terakhir, Jaravee Boonchant justru tampil paling dingin. Pegolf Thailand berusia 26 tahun itu menunjukkan ketenangan kelas dunia untuk memastikan gelar juara Indonesia Women’s Open presented by BTN 2026 di Damai Indah Golf BSD Course, Minggu (1/2).
Memulai putaran final dengan posisi belum aman, Jaravee menutup hari dengan skor impresif 66 (6-di bawah par). Performa solid tersebut mengantarnya finis dengan total 203 pukulan (13-di bawah par) dan memastikan trofi internasional ketiganya, sekaligus kemenangan penting bagi pemain yang sebelum turnamen ini masih berada di peringkat 353 dunia.

Persaingan ketat sempat tersaji sejak early round. Di first nine, Jaravee mencatat tiga birdie, namun masih tertinggal dari Kim Seoyoon2 (Korea Selatan) yang sempat melesat hingga 12-di bawah par.
Situasi berubah drastis ketika memasuki back nine.
Di saat para pesaing mulai kehilangan momentum, Jaravee justru tampil agresif sekaligus rapi. Empat birdie berhasil ia bukukan—tiga di antaranya pada tiga hole terakhir—dengan hanya satu bogey yang tak menggoyahkan posisinya di puncak klasemen. Back nine menjadi panggung pembuktian mental juara pegolf Thailand tersebut.
“Saya bermain jauh lebih tenang hari ini. Fokusnya berbeda,” ujar Jaravee usai menerima trofi. “Kemarin sempat kehilangan putt-putt pendek dan itu memengaruhi pikiran. Hari ini saya bisa mengontrol semuanya.”
Faktor kenyamanan juga menjadi kunci. Jaravee didampingi kedi yang merupakan sahabat dekatnya, membuat atmosfer permainan terasa lebih rileks. Pengalamannya tampil di Indonesia Women’s Open edisi sebelumnya turut membantu dalam membaca karakter lapangan serta kondisi cuaca yang relatif mirip dengan Thailand.
Perlawanan sempat datang dari sesama pegolf Thailand, Prim Prachanakorn. Pemain amatir berusia 17 tahun itu tampil berani dan konsisten, bahkan hanya terpaut dua pukulan dari Jaravee menjelang akhir putaran. Namun, dua hole terakhir gagal dimaksimalkan Prim untuk memaksakan play-off.
Meski gagal merebut gelar, Prim tetap pulang dengan prestasi membanggakan setelah meraih trofi Lowest Amateur, menegaskan statusnya sebagai salah satu talenta muda paling menjanjikan di kawasan Asia-Pasifik. Sebelumnya, Prim juga mencatatkan diri sebagai juara Ciputra Golfpreneur Junior World Championship 2025 di Jakarta.
Founder & Chairman Indonesia Women’s Open, CK Song, menilai turnamen ini kembali menunjukkan kualitas Indonesia sebagai tuan rumah ajang golf wanita berstandar internasional.
“Turnamen ini bukan hanya soal kompetisi, tetapi juga refleksi komitmen kami untuk menumbuhkan golf profesional, khususnya di Indonesia,” ujar CK Song. “Para pemain menunjukkan kualitas, passion, dan semangat bertanding yang luar biasa.”
Sebagai juara, Jaravee menerima trofi dan cek senilai USD108.000 dalam seremoni penyerahan hadiah yang turut dihadiri sejumlah tokoh nasional dan internasional, termasuk Menteri Pariwisata RI Widianti Putri Wardhana, jajaran BTN, PB PGI, hingga perwakilan KLPGA dan AGLF.

Indonesia Women’s Open presented by BTN 2026 sendiri menjadi bagian penting kalender Asia-Pacific Circuit (APAC Circuit), diikuti pegolf elite dari lebih 12 negara.
Turnamen ini menegaskan posisi Indonesia sebagai destinasi strategis dalam peta golf profesional wanita Asia.
Di BSD, Jaravee Boonchant bukan hanya menang karena skor. Ia menang karena ketenangan, pengalaman, dan keberanian mengambil momentum di saat paling menentukan.
**Benksu





