Belajar dari Tembok Besar: Rachel/Febi Petik Pelajaran Berharga di All England Open Badminton Championships

Sportstourismindonesia – BIRMINGHAM Maret 2026 Kekalahan memang pahit, tetapi tak selalu berarti kegagalan. Bagi pasangan ganda putri Indonesia, Rachel Allessya Rose / Febi Setianingrum, langkah yang terhenti di babak awal All England Open Badminton Championships justru menjadi ruang belajar yang mahal nilainya.

Bertanding di Utilita Arena Birmingham, Selasa (3/3/2026), Rachel/Febi harus mengakui ketangguhan unggulan ketiga asal China, Jia Yi Fan / Zhang Shu Xian, dalam dua gim langsung 16-21, 17-21.

Secara skor terlihat kompetitif, tetapi di lapangan tekanan terasa konstan. Variasi serangan, perubahan tempo, hingga ketahanan reli dari pasangan China menjadi ujian berat bagi ganda muda Indonesia itu.

Rachel tak menampik kualitas lawan yang tampil disiplin dan sulit ditembus.

“Kami harus lebih disiapkan lagi posisi bertahan dan serangannya. Mereka tidak gampang mati, bahkan di pertandingan tadi jarang sekali kami bisa benar-benar untuk mematikan bolanya,” ujar Rachel melalui siaran resmi PBSI.

Pertandingan sempat berjalan seimbang, terutama di pertengahan gim pertama ketika Rachel/Febi mampu mengimbangi permainan cepat lawan.

Namun rangkaian kesalahan sendiri membuat momentum lepas.

Febi mengakui hal tersebut menjadi titik krusial.

“Kami melakukan kesalahan secara beruntun dan mereka juga terus mempercepat serangan yang sangat menyulitkan,” katanya.

Meski tersingkir lebih awal, ada catatan positif yang mereka bawa pulang: pertandingan berlangsung lancar tanpa cedera. Di turnamen sekelas All England, menghadapi salah satu ganda putri terbaik dunia adalah pengalaman yang tak tergantikan.

Rachel pun melihat laga ini sebagai referensi penting untuk berkembang.

“Kami bisa contoh variasi pukulan mereka baik saat menyerang maupun bertahan,” tambahnya.

Di Birmingham, mimpi memang harus ditunda. Namun bagi Rachel/Febi, laga melawan Jia/Zhang bukan akhir perjalanan—melainkan cermin tentang standar tertinggi yang harus mereka kejar.

Karena di level elite, setiap kekalahan menyimpan peta jalan menuju versi yang lebih kuat.

**Benksu

Sports Tourism Indonesia