Dari Tiga Emas ke Investasi Masa Depan: Kisah Nur Ferry Pradana Memaknai Bonus Negara

Sportstourismindonesia – Jakarta Maret 2026 Bagi sebagian atlet, bonus kemenangan mungkin identik dengan hadiah atas jerih payah. Namun bagi atlet para atletik Indonesia, Nur Ferry Pradana, bonus justru menjadi titik awal untuk membangun masa depan yang lebih besar.

Peraih tiga medali emas di ASEAN Para Games 2025 itu memilih jalan berbeda. Alih-alih menghabiskan bonus miliaran rupiah yang diterimanya, Ferry justru mengarahkannya untuk investasi dan pengembangan usaha.

“Saya bersyukur bonus dari pemerintah sudah turun. Ini memang yang kami tunggu sebagai bentuk apresiasi,” ujar Ferry, Selasa (17/3).

Atlet asal Medan tersebut tampil sempurna di Thailand dengan menyapu bersih tiga nomor sekaligus: 100 meter T47, 200 meter T47, dan 400 meter T47. Capaian itu mengukuhkan dirinya sebagai salah satu sprinter para terbaik Indonesia saat ini.

Lebih dari sekadar prestasi, Ferry melihat bonus yang diberikan pemerintah—di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto—sebagai bukti nyata perhatian terhadap atlet disabilitas.

“Ini bukan hanya soal uang, tapi bentuk penghargaan yang memotivasi kami untuk terus berprestasi,” katanya.

Namun yang menarik, fokus Ferry justru tertuju pada bagaimana bonus tersebut bisa memberi dampak jangka panjang. Ia menegaskan akan menggunakan dana tersebut untuk memperkuat usaha yang telah dirintis, sekaligus sebagai investasi dan biaya pendidikan anak.

“Bonus ini saya maksimalkan untuk hal produktif. Harapannya bisa berkelanjutan, tidak habis begitu saja,” ungkapnya.

Di tengah euforia tersebut, Ferry juga menghadapi tantangan lain: cedera lutut yang sudah ia rasakan sejak tampil di Thailand. Saat ini, ia memilih menepi sejenak untuk menjalani pemulihan.

Meski demikian, ambisinya belum padam. Ferry telah membidik panggung berikutnya, yakni ASEAN Para Games Malaysia, yang akan menjadi momen spesial dalam kariernya—menandai satu dekade pengabdiannya di pemusatan latihan nasional NPC.

“Sekarang fokus pemulihan dulu. Setelah itu, saya ingin kembali tampil maksimal di Malaysia. Apalagi ini akan jadi 10 tahun saya di pelatnas,” tegasnya.

Kisah Ferry menjadi gambaran baru tentang atlet masa kini—tak hanya berjuang di lintasan, tetapi juga cerdas mengelola hasil perjuangan. Dari tiga medali emas, ia kini berlari menuju garis finis yang lebih panjang: kemandirian dan masa depan yang berkelanjutan.

**Benksu

Sports Tourism Indonesia