Setara dan Tanpa Potongan: Negara Tegaskan Penghargaan Penuh untuk Pahlawan ASEAN Para Games

Sportstourismindonesia Jakarta Maret 2026 Pemerintah menunjukkan komitmen kuat dalam menghargai perjuangan atlet disabilitas Tanah Air.

Tak sekadar memberikan bonus, negara memastikan penghargaan itu diterima secara utuh—tanpa potongan pajak dan dengan nilai setara atlet ajang lainnya.

Arahan tersebut datang langsung dari Presiden RI, Prabowo Subianto, yang menegaskan bahwa prestasi atlet di ASEAN Para Games 2025 harus dihargai secara adil dan setara dengan atlet SEA Games.
Sebagai tindak lanjut, Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora) resmi mencairkan bonus pada Selasa (17/3),

sekaligus menanggung seluruh pajak agar atlet menerima nominal penuh sesuai yang ditetapkan.

“Ini adalah bentuk apresiasi setinggi-tingginya atas semangat juang, dedikasi, dan pengorbanan para atlet yang telah mengharumkan nama bangsa,” ujar Menteri Pemuda dan Olahraga.

Langkah ini menjadi penegasan penting: negara tidak lagi memandang prestasi atlet disabilitas sebagai pencapaian ‘tambahan’, melainkan setara dan layak mendapat penghargaan maksimal.

Prestasi Besar, Apresiasi Setara

Kontingen Indonesia tampil impresif di Thailand dengan total 135 medali emas, sekaligus mengamankan posisi runner-up klasemen akhir. Capaian tersebut menjadi bukti konsistensi Indonesia sebagai kekuatan utama di ajang olahraga disabilitas Asia Tenggara.

Sebagai bentuk penghargaan, pemerintah menetapkan skema bonus dengan nilai signifikan:

Perorangan: Emas Rp1 miliar, Perak Rp315 juta,

Perunggu Rp157,5 juta
Ganda: Emas Rp800 juta, Perak Rp252 juta, Perunggu Rp126 juta

Beregu: Emas Rp500 juta, Perak Rp220,5 juta,

Perunggu Rp110,25 juta
Tak hanya atlet, pelatih juga mendapat apresiasi:

Pelatih perorangan/ganda: hingga Rp300 juta untuk emas

Pelatih beregu: hingga Rp400 juta untuk emas
Bonus tambahan juga diberikan untuk perolehan medali kedua dan seterusnya

Lebih dari Sekadar Bonus

Kebijakan pajak yang ditanggung pemerintah menjadi sorotan tersendiri. Dengan mengacu pada Keputusan Menteri Nomor 19 Tahun 2026, atlet kini menerima bonus secara penuh—tanpa pengurangan—yang selama ini kerap menjadi perhatian.

Lebih jauh, kebijakan ini juga membawa pesan penting: kesetaraan dalam olahraga bukan hanya soal kesempatan bertanding, tetapi juga penghargaan atas hasil perjuangan.

Momentum ini sekaligus menjadi energi baru bagi para atlet menuju ajang berikutnya. Dengan dukungan yang semakin nyata, harapan untuk melihat Indonesia kembali berjaya di panggung internasional kini semakin terbuka lebar.

**Benksu

Sports Tourism Indonesia