Sportstourismindonesia – JAKARTA April 2026. Ganda putri Indonesia, Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari, tampil solid saat membawa Tim Uber Indonesia berbalik unggul 2-1 atas Denmark pada perempat final Piala Uber 2026.
Pasangan yang akrab disapa Ana/Trias itu menyumbang poin penting usai menundukkan wakil tuan rumah Amalie Cecilie Kudsk/Mette Werge dua gim langsung 21-19, 21-11 di Forum Horsens, Denmark, Jumat (1/5/2026) dini hari WIB.
Kemenangan tersebut menjadi momentum krusial bagi Indonesia dalam duel ketat melawan Denmark.

Setelah dua partai awal berakhir imbang 1-1, Ana/Trias sukses memecah kebuntuan sekaligus menempatkan Merah Putih di atas angin dengan keunggulan 2-1.
Indonesia membuka pertandingan dengan meyakinkan lewat tunggal pertama Putri Kusuma Wardani. Putri tampil dominan saat menaklukkan Line Christophersen dengan skor 21-12, 21-15 dan membawa Indonesia unggul lebih dulu 1-0.
Namun Denmark mampu menyamakan kedudukan di partai kedua. Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi belum mampu membendung perlawanan Line Hojmark Kjaersfeldt dan harus menyerah dalam dua gim 15-21, 16-21.
Situasi 1-1 membuat partai ketiga menjadi penentu arah pertandingan. Dalam tekanan laga sistem gugur, Ana/Trias mampu menunjukkan ketenangan dan permainan agresif untuk mengamankan kemenangan.
Pada gim pertama, Ana/Trias sempat mendapat perlawanan sengit dari pasangan Denmark. Duel berlangsung ketat dengan reli-reli panjang sebelum pasangan Indonesia menutup gim dengan kemenangan tipis 21-19.
Memasuki gim kedua, Ana/Trias tampil lebih lepas. Mereka mendominasi permainan dengan tempo cepat dan variasi serangan yang membuat lawan kesulitan keluar dari tekanan. Hasilnya, gim kedua ditutup lebih nyaman dengan skor 21-11.
Trias mengakui laga berjalan tidak mudah, terutama pada gim pembuka saat lawan tampil disiplin dan memiliki pertahanan rapat.
“Gim pertama cukup ketat, lawan bermain alot dan pertahanannya juga cukup kuat. Tapi kami mencoba tidak mengikuti pola permainan mereka dan terus bermain cepat,” ujar Trias dalam keterangan resmi PBSI.
Ia bersyukur mampu melewati laga penting tersebut tanpa kendala berarti.
“Alhamdulillah bisa memenangkan pertandingan tanpa cedera,” lanjutnya.
Sementara itu, Ana menyebut tekanan pertandingan terasa lebih besar dibanding laga fase grup karena duel perempat final menggunakan format gugur.
“Pertandingan ini jelas berbeda dari sebelumnya karena sistem gugur, jadi tekanannya lebih terasa. Tapi kami bersyukur bisa menang dan menyumbang poin untuk Indonesia,” kata Ana.
Meski sukses membawa Indonesia unggul, Ana menegaskan evaluasi tetap diperlukan untuk laga berikutnya.

“Kami harus lebih konsisten dalam bermain, terutama dalam penerapan pola dan menjaga fokus untuk pertandingan selanjutnya,” ujarnya.
Kemenangan Ana/Trias menjadi suntikan moral penting bagi Tim Uber Indonesia yang tengah memburu tiket semifinal di hadapan tekanan publik tuan rumah.
**Benksu





