Kejurnas Atletik 2026 Jadi Ajang Regenerasi, PB PASI Siapkan Fondasi Menuju Persaingan Asia

Sportstourism – Jakarta, 29 Juni 2026  Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Atletik dan Indonesia U18 Open Championship Jakarta 2026 resmi dimulai di Stadion Atletik Velodrome Rawamangun, Sabtu. Ajang ini bukan sekadar menjadi kompetisi tahunan, tetapi juga menjadi bagian dari strategi besar Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) dalam menyiapkan regenerasi atlet menuju level Asia.

Sekitar 1.000 atlet dari berbagai provinsi ambil bagian dalam Kejurnas yang mempertandingkan kelompok usia U16, U18, dan U20. Sementara pada Indonesia U18 Open Championship, atlet-atlet muda Indonesia mendapat kesempatan mengukur kemampuan melawan peserta dari Malaysia, Filipina, dan Timor Leste.

Ketua Umum PB PASI, Luhut Binsar Pandjaitan, menegaskan bahwa peningkatan kualitas atlet nasional harus dimulai dengan memperkuat daya saing di kawasan Asia sebelum berbicara mengenai target dunia.

“Fokus kita sekarang adalah Asia terlebih dahulu. Dari situ baru kita melangkah ke level yang lebih tinggi,” ujar Luhut usai membuka kejuaraan.

Menurutnya, kehadiran atlet dari negara tetangga menjadi awal yang baik untuk meningkatkan kualitas kompetisi sekaligus memperkaya pengalaman bertanding atlet muda Indonesia di level internasional. PB PASI pun berkomitmen memperluas partisipasi negara peserta pada penyelenggaraan berikutnya.

Tak hanya menggelar kompetisi, PB PASI juga tengah membangun sistem pembinaan jangka panjang melalui empat pusat pelatihan nasional di Rawamangun (Jakarta), Pangalengan (Jawa Barat), Humbang Hasundutan (Sumatera Utara), dan Timika (Papua).

Revitalisasi Stadion Atletik Rawamangun telah rampung, sementara pusat pelatihan di Humbang Hasundutan ditargetkan selesai dalam satu hingga dua bulan ke depan. Keempat lokasi tersebut akan menjadi basis pembinaan atlet dari berbagai wilayah Indonesia.

Selain penguatan infrastruktur, PB PASI memprioritaskan pengembangan nomor sprint, lempar lembing, dan lari jarak jauh. Untuk nomor 10.000 meter, federasi juga mempertimbangkan mengirim atlet menjalani pemusatan latihan di Kenya guna meningkatkan kualitas pembinaan.

PB PASI turut menyiapkan regenerasi melalui pembentukan lapisan kedua atlet muda yang dibekali tidak hanya kemampuan fisik, tetapi juga penguatan aspek akademik dan kognitif.

Sementara itu, Ketua Umum PSSI sekaligus Menteri BUMN Erick Thohir menekankan pentingnya program pemusatan latihan nasional (pelatnas) yang berkesinambungan agar Indonesia mampu melahirkan atlet berprestasi di level internasional.

Menurut Erick, proses mencetak atlet elite membutuhkan waktu panjang sehingga pembinaan tidak bisa dilakukan secara instan.

“Untuk membangun atlet kelas dunia dibutuhkan pembinaan enam hingga tujuh tahun. Karena itu, pelatnas harus dirancang secara multiyears,” ujarnya.

Erick menilai persiapan menuju Olimpiade 2032 hingga berbagai ajang internasional harus dimulai sejak sekarang. Ia juga mengapresiasi langkah PB PASI yang menghadirkan Indonesia U18 Open Championship sebagai wadah kompetisi internasional bagi atlet muda.

Kejurnas Atletik dan Indonesia U18 Open Championship Jakarta 2026 mempertandingkan berbagai nomor, mulai dari sprint, lari menengah dan jarak jauh, lompat tinggi, lempar lembing, hingga tolak peluru. Melalui ajang ini, PB PASI berharap dapat menemukan talenta-talenta terbaik yang akan menjadi tulang punggung atletik Indonesia pada masa mendatang.

**Benksu

Sports Tourism Indonesia