Sportstourism – Jakarta, 29 Juni 2026 – Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Atletik 2026 tidak hanya menjadi ajang perebutan gelar juara nasional, tetapi juga menjadi arena pengukuran kualitas atlet Indonesia di level regional. Untuk pertama kalinya secara berkelanjutan, Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) kembali mengundang atlet muda dari sejumlah negara Asia Tenggara dalam Indonesia U-18 Open Championships 2026.
Langkah tersebut mendapat apresiasi dari Erick Thohir yang menilai kehadiran atlet dari luar negeri akan meningkatkan kualitas persaingan sekaligus menjadi tolok ukur kemampuan atlet Indonesia menghadapi kompetisi internasional.
“PB PASI berani melakukan benchmarking dengan mengundang atlet-atlet Asia Tenggara. Ini menjadi kesempatan bagi atlet kita untuk melihat sejauh mana kemampuan mereka dalam bersaing di kawasan,” ujar Erick saat membuka Kejurnas Atletik dan Indonesia U-18 Open Championships 2026 di Stadion Atletik Rawamangun, Jakarta.

Menurut Erick, peningkatan prestasi olahraga tidak dapat dicapai melalui pembinaan jangka pendek. Ia menegaskan pentingnya program pemusatan latihan nasional (pelatnas) yang berkelanjutan agar Indonesia mampu bersaing di ajang-ajang dunia, termasuk Olimpiade.
Erick juga menyebut persiapan menuju Olimpiade 2028 maupun 2032 harus dilakukan sejak dini melalui kompetisi yang berkualitas seperti Kejurnas Atletik.
Sementara itu, Ketua Umum PB PASI, Luhut Binsar Pandjaitan, menjelaskan Kejurnas Atletik dan Indonesia U-18 Open Championships 2026 berlangsung pada 27-30 Juni dengan diikuti sekitar 1.000 atlet dari berbagai provinsi.
Pada kategori U-18, PB PASI menghadirkan atlet dari Malaysia, Filipina, dan Timor Leste sehingga persaingan menjadi lebih kompetitif sekaligus memberikan pengalaman internasional bagi atlet-atlet muda Indonesia.
Selain itu, Kejurnas tahun ini kembali masuk dalam kalender resmi World Athletics dengan status World Rankings Competition. Artinya, hasil pertandingan akan dihitung dalam sistem peringkat dunia sehingga membuka peluang lebih besar bagi atlet Indonesia untuk memenuhi kualifikasi berbagai kejuaraan internasional.
Kejuaraan mempertandingkan tiga kelompok usia, yakni U-16 dengan 22 nomor pertandingan, U-18 Open sebanyak 33 nomor, serta U-20 dengan 33 nomor untuk kategori putra dan putri.
Luhut menilai status internasional tersebut menjadi bukti bahwa atletik Indonesia semakin mendapat pengakuan di tingkat regional maupun dunia. Ia juga menyatakan dukungan penuh terhadap program pelatnas multiyears yang digagas Presiden Prabowo Subianto sebagai fondasi pembinaan atlet secara berkesinambungan.

.Dengan menghadirkan kompetisi berstandar internasional di dalam negeri, Kejurnas Atletik 2026 diharapkan menjadi batu loncatan bagi lahirnya atlet-atlet Indonesia yang mampu bersaing di level Asia hingga Olimpiade.
**Benksu





