Sportstourism – Jakarta, 20 Juli 2026 – Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) kembali menggelar Indonesia Sports Summit (ISS) 2026 sebagai upaya mempercepat transformasi olahraga nasional menjadi sektor industri yang berdaya saing global. Ajang tersebut akan berlangsung pada 11–13 September 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC).
Mengusung tema “Beyond The Game 2.0: From Nation Building to Global Industry”, ISS 2026 dirancang tidak hanya sebagai forum diskusi, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi bagi berbagai pemangku kepentingan untuk mendorong pertumbuhan industri olahraga di Indonesia.
Deputi Bidang Pengembangan Industri Olahraga Kemenpora, Teuku Arlan Perkasa Lukman, mengatakan Indonesia Sports Summit diarahkan menjadi pusat kolaborasi yang mempertemukan pelaku industri olahraga nasional dan internasional.
“Kita ingin ISS ini memiliki nilai yang dicari oleh brand di masa depan. ISS menjadi hub, tempat bertemunya brand industri olahraga, baik lokal maupun dunia,” ujar Arlan.
ISS 2026 akan mempertemukan pemerintah, pelaku industri, investor, akademisi, komunitas olahraga, hingga perusahaan teknologi dalam satu forum untuk membahas berbagai peluang pengembangan industri olahraga, mulai dari investasi, inovasi, hingga kerja sama bisnis.
Kemenpora menilai olahraga kini telah berkembang menjadi sektor strategis yang tidak hanya menghasilkan prestasi, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan kerja, serta menciptakan peluang usaha baru.
Melalui penyelenggaraan ISS 2026, pemerintah berharap tercipta kolaborasi yang lebih luas dalam memperkuat ekosistem industri olahraga nasional. Forum ini juga diharapkan mampu meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat internasional sekaligus membuka jalan bagi masuknya investasi dan pengembangan teknologi di sektor olahraga.
Dengan menghadirkan pemangku kepentingan dari dalam dan luar negeri, Indonesia Sports Summit 2026 diharapkan menjadi momentum penting untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pemain yang diperhitungkan dalam industri olahraga global.
**Benksu





