Sportstourism – Jakarta, 6 Agustus 2026 – PP PBSI mengambil langkah strategis untuk mempercepat kebangkitan sektor ganda campuran dengan kembali menunjuk Nova Widianto sebagai Kepala Pelatih Ganda Campuran Pelatnas. Penunjukan ini menjadi sinyal kuat bahwa PBSI ingin mengembalikan dominasi Indonesia di sektor yang dalam beberapa tahun terakhir belum mampu konsisten bersaing di level elite dunia.
Ini merupakan kali kedua Nova dipercaya memimpin ganda campuran Pelatnas setelah sempat mengemban tugas serupa pada 2021. Kali ini, tantangannya jauh lebih besar, yakni membangun regenerasi sekaligus menciptakan pasangan-pasangan yang mampu bersaing merebut gelar di turnamen bergengsi, termasuk Kejuaraan Dunia dan Olimpiade.
Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) Pelatnas, Eng Hian, menilai Nova adalah figur yang tepat karena memiliki pengalaman lengkap sebagai pemain kelas dunia sekaligus pelatih berprestasi di level internasional.
“Nova merupakan sosok yang memiliki pengalaman dan pemahaman yang sangat baik di sektor ganda, baik sebagai atlet maupun pelatih. Kami berharap kehadirannya dapat membawa energi baru, meningkatkan kualitas pembinaan, memperkuat daya saing pasangan-pasangan ganda campuran Indonesia, serta mengantarkan mereka meraih prestasi terbaik di berbagai turnamen internasional,” ujar Eng Hian.
Keputusan PBSI bukan tanpa alasan. Sebagai atlet, Nova merupakan salah satu legenda ganda campuran Indonesia. Berpasangan dengan Liliyana Natsir, ia sukses merebut gelar Juara Dunia 2005 dan 2007 serta menyumbangkan medali perak Olimpiade Beijing 2008.
Karier kepelatihannya pun tak kalah gemilang. Saat menangani tim nasional Malaysia, Nova mencatat sejarah dengan membawa pasangan Chen Tang Jie/Toh Ee Wei menjadi juara dunia pada 2024. Prestasi tersebut menjadikannya pelatih pertama yang mampu mengantar ganda campuran Malaysia meraih gelar juara dunia.
Rekam jejak itu menjadi modal penting bagi Nova untuk membangun kembali kekuatan Indonesia. Selain meningkatkan kualitas teknik dan strategi permainan, ia juga diharapkan mampu membentuk karakter juara bagi pasangan-pasangan muda yang tengah dipersiapkan menuju siklus Olimpiade berikutnya.
Penunjukan Nova sekaligus mencerminkan keseriusan PBSI dalam melakukan pembenahan sektor ganda campuran. Dengan kombinasi pengalaman, prestasi, dan pemahaman mendalam terhadap karakter pemain Indonesia, PBSI berharap ganda campuran Merah Putih kembali menjadi kekuatan utama yang disegani di panggung bulutangkis dunia.
**Benksu





