Veddriq Leonardo Bidik Emas Asian Games 2026, Ingin Lengkapi Koleksi Prestasi di Nomor Speed

Sportstourism – Jakarta, 31 Agustus 2026 — Gelar juara Olimpiade belum membuat Veddriq Leonardo merasa cukup. Atlet panjat tebing Indonesia itu kini mengarahkan fokus pada target berikutnya: merebut medali emas nomor speed perorangan pada Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang.

Target tersebut memiliki arti khusus bagi Veddriq. Pasalnya, meski telah mengoleksi emas dan perak Asian Games dari nomor speed relay beregu, ia belum pernah berdiri di podium tertinggi untuk nomor perorangan.

Prestasi terbaiknya di nomor speed perorangan pada Asian Games sejauh ini adalah medali perunggu yang diraih pada Asian Games 2022 di Hangzhou, Tiongkok.

“Kalau saya target pribadi ya pasti pengin medali emas di Asian Games, mewakili Indonesia di kategori speed,” kata Veddriq dalam acara “Tim Indonesia Day: Menjaga Merah Putih” di Lippo Mall Kemang, Jakarta Selatan, Sabtu (29/8) sore.

Veddriq sebelumnya telah mencatat sejarah dengan meraih medali emas Olimpiade. Namun, pencapaian tersebut justru menjadi pemacu untuk terus mengejar prestasi baru. Bagi atlet asal Pontianak itu, selama kondisi fisik dan performanya memungkinkan, perjuangan untuk Indonesia belum selesai.

“Selama masih bisa berprestasi dan dengan kondisi yang ideal, saya akan usahakan,” ujarnya.

Fokus pada Teknik dan Konsistensi

Menghadapi Asian Games 2026, Veddriq tidak menjalani program latihan yang sepenuhnya berbeda dari rutinitas sebelumnya. Persiapannya tetap dilakukan bersama rekan-rekan satu tim, tetapi terdapat penekanan lebih besar pada aspek teknik.

Latihan diarahkan untuk memperbanyak pengulangan gerakan. Tujuannya bukan hanya meningkatkan kecepatan, tetapi juga membuat setiap pemanjatan berlangsung lebih halus, rapi, dan konsisten.

Pendekatan tersebut menjadi penting dalam nomor speed, yang menuntut atlet melakukan pemanjatan dengan kecepatan tinggi sekaligus meminimalkan kesalahan. Selisih waktu yang sangat tipis dapat menentukan hasil akhir sebuah pertandingan.

“Tidak ada latihan khusus. Kami latihan seperti biasa, tetapi sekarang lebih membangun ke teknik dan banyak pengulangan agar pemanjatan bisa lebih halus, rapi, dan konsisten,” jelasnya.

Di sisi lain, Veddriq juga lebih berhati-hati dalam menjaga kondisi menjelang kompetisi. Menurut dia, fase persiapan menuju Asian Games justru harus diimbangi dengan pengelolaan risiko cedera.

“Kalau kendala saat latihan tidak ada. Mungkin dari proses berlatih kami sedikit lebih menjaga performa, karena ada risiko cedera, apalagi menjelang Asian Games ini, jadi agak riskan,” tutur atlet berusia 29 tahun tersebut.

Jepang dan Tiongkok Jadi Ancaman Utama

Persaingan di Asian Games 2026 diperkirakan tidak mudah. Veddriq menilai Jepang sebagai tuan rumah akan menjadi salah satu pesaing yang patut diperhitungkan. Selain itu, Tiongkok juga disebut sebagai negara yang memiliki kekuatan besar di cabang olahraga panjat tebing.

“Jepang dan Tiongkok itu salah satu saingan terberat untuk Indonesia,” tegas Veddriq.

Dengan pengalaman sebagai juara Olimpiade serta rekam jejaknya di kompetisi internasional, Veddriq akan menjadi salah satu tumpuan Indonesia untuk mendulang medali dari panjat tebing.

Namun, bagi Veddriq, Asian Games 2026 bukan sekadar kesempatan menambah koleksi medali. Kompetisi di Aichi-Nagoya menjadi peluang untuk menuntaskan satu target yang belum tercapai dalam perjalanan kariernya: menjadi juara Asian Games pada nomor speed perorangan.

Jika berhasil, emas tersebut sekaligus melengkapi deretan prestasi Veddriq di panggung multi-event Asia setelah sebelumnya meraih emas dan perak melalui nomor speed relay pada Asian Games 2018 dan 2022.

**Benksu

Sports Tourism Indonesia