Sportstourism – JAKARTA, 14 September 2026 – Menjadi juara dalam sebuah kompetisi olahraga tidak hanya ditentukan oleh kemampuan atlet di arena. Di balik prestasi tersebut terdapat peran manajemen klub, pelatih, staf, hingga dukungan pembiayaan yang menjadi bagian penting dalam membangun sebuah tim juara.
Hal itu mengemuka dalam sesi Champions Stage by INA Sports pada gelaran Indonesia Sports Summit (ISS) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Minggu (13/9) sore.
Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga (Wamenpora) RI Taufik Hidayat, yang hadir mewakili Menpora Erick Thohir, mengapresiasi forum yang mempertemukan pimpinan klub dan atlet berprestasi tersebut.
Menurut Taufik, Champions Stage memberikan gambaran mengenai proses panjang di balik kesuksesan sebuah klub hingga mampu meraih gelar juara.
“Kita tahu seorang juara tidak bisa hanya ditentukan oleh atletnya, tetapi di sini dibutuhkan manajemen yang baik, staf dan pelatih yang sangat baik juga,” kata Taufik.
Ia menilai pengalaman yang dibagikan para pimpinan klub memberikan perspektif berbeda mengenai bagaimana sebuah tim membangun prestasi. Termasuk bagaimana setiap klub memiliki pola manajemen dan pembiayaan yang tidak selalu sama.
“Tadi juga disampaikan bagaimana seseorang bisa menjadi juara. Saya juga sangat tertarik, dari mulai manajemennya, dari mulai pembiayaan ada semua diceritakan, yang setiap klub ternyata berbeda-beda,” ujarnya.
Champions Stage menghadirkan sejumlah pimpinan klub dan atlet juara dari tiga cabang olahraga yang memiliki basis penggemar besar di Indonesia, yakni sepak bola, bola basket, dan bola voli.
Dari jajaran klub hadir Ossy Dermawan, Manajer Klub Bola Voli Jakarta Lavani; Leo Gautama, Presiden Klub Bola Basket Bogor Hornbills; Rudi Ariffianto, Wakil Chief de Mission Tim Bola Voli Pertamina Enduro (JPE); Adhitia Putra Herawan, Deputi CEO PT Persib Bandung Bermartabat; serta Candra Wahyudi, Direktur Operasional Persebaya Surabaya.
Sementara dari kalangan atlet hadir Boy Arnez Arabi dari Jakarta Lavani, Daniel Wenas dari Bogor Hornbills, dan Tisya Amallya dari JPE.
Forum tersebut memberikan kesempatan kepada para penggemar untuk mengetahui lebih jauh perjalanan klub dan atlet dari sisi yang jarang terlihat dalam pertandingan, mulai dari pengelolaan tim hingga dinamika di balik layar.
Direktur Utama Lembaga Pengelola Usaha Keolahragaan (LPUK)/INA Sports Muhammad Gustri Oktaviandi mengatakan, Champions Stage dirancang sebagai bagian dari upaya memperkuat industri olahraga sekaligus mendekatkan klub dan atlet dengan para penggemarnya.
“Ini menjadi wadah, forum, momen di mana klub-klub yang memang telah meraih juara itu kami pertemukan dengan para fans secara eksklusif,” kata Gustri.
Menurutnya, para penggemar tidak hanya mengenal klub melalui pertandingan atau tayangan di layar kaca, tetapi juga dapat memahami proses panjang yang dilalui sebuah tim hingga mencapai prestasi tertinggi.
“Fans juga lebih memahami dan menjiwai bagaimana perjalanan dari sebuah klub, mulai mereka bertarung dari awal musim, hingga akhirnya mencapai titik akhir dan menjadi juara,” ujarnya.
Gustri menambahkan, Champions Stage pada ISS 2026 masih difokuskan pada tiga cabang olahraga, yakni sepak bola, bola basket, dan bola voli. Ke depan, LPUK/INA Sports berencana memperluas keterlibatan ke cabang olahraga lain seperti bulu tangkis dan tenis lapangan.
“Sehingga ini menjadi forum yang kolaboratif antara klub, regulator dan para fans,” tegas Gustri.
Wamenpora Taufik berharap penyelenggaraan Champions Stage pada Indonesia Sports Summit berikutnya dapat dikembangkan lebih baik sehingga semakin banyak kisah perjalanan klub dan atlet yang dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat serta mendorong pertumbuhan industri olahraga nasional.
**Benksu





