Sportstiurismindonesia – Sorong, Papua Barat Daya, Mei 2025. Sebuah pagi yang tak biasa menyelimuti Pantai Reklamasi, Sorong, pada Selasa, 20 Mei 2025. Derap kaki para prajurit menggema seiring matahari yang mulai menanjak di ufuk timur. Sebanyak 900 petarung tangguh dari Pasukan Marinir 3 (Pasmar 3) bersatu dalam irama ketahanan, menempuh Hanmars sejauh 16 kilometer sebuah aksi nyata dalam merayakan ulang tahun ke-7 Pasmar 3.
Namun, ini bukan sekadar latihan fisik. Lebih dari itu, Hanmars kali ini menjelma menjadi peristiwa yang memperlihatkan roh solidaritas antara militer dan masyarakat. Jalanan kota Sorong berubah menjadi panggung kebersamaan, saat warga keluar rumah menyaksikan iring-iringan prajurit yang berpakaian loreng, berpeluh semangat, ditemani sorak dan tepuk tangan.

Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu, S.Sos., yang hadir langsung dan melepas peserta dari garis start, menyampaikan rasa bangga atas semangat juang para prajurit.
“Ini bukan hanya perayaan ulang tahun, tapi simbol bahwa TNI ada dan hadir bersama rakyat. Di sinilah kekuatan sejati kita,” ungkapnya penuh bangga.
Tak kalah mencuri perhatian, kehadiran ibu-ibu Jalasenastri yang turut berjalan dan memberikan dukungan moral, menambahkan nuansa kekeluargaan dan kehangatan. Mereka adalah representasi dari semangat para istri prajurit—di balik kekuatan militer, ada cinta dan ketulusan yang menopang.

Brigjen TNI Marinir Andi Rahmat, M., Komandan Pasmar 3, menyampaikan bahwa Hanmars ini bukan sekadar tradisi, tapi sarana membentuk karakter tempur, kekompakan, serta kedisiplinan prajurit. “Ini juga bagian dari pengingat jati diri, bahwa seorang Marinir harus siap di segala medan, dengan fisik dan mental yang tak mudah goyah.”
Hanmars kali ini dimulai dari Pantai Reklamasi dan berakhir di Markas Komando Pasmar 3, melewati jalur yang menguji daya tahan tubuh dan mental. Namun sepanjang rute, tidak hanya peluh yang terlihat, tapi juga senyum dan sapa hangat dari masyarakat yang memberikan air minum, semangat, dan bahkan bendera kecil Merah Putih sebagai tanda dukungan.
Turut hadir dalam kegiatan ini sejumlah pejabat penting dari TNI dan pemerintah daerah, termasuk perwakilan dari Pangkoarmada III, Kapolda, Kabinda, Danrem, Danlantamal, dan Pemkot Sorong. Kebersamaan lintas lembaga ini menjadi bukti bahwa ulang tahun Pasmar 3 bukan hanya milik korps, tetapi milik seluruh elemen bangsa di Papua Barat Daya.

Setelah garis finis dilalui, bukan tepuk tangan yang paling terasa, melainkan getaran semangat kolektif: bahwa prajurit dan rakyat berdiri di medan yang sama. Dan inilah yang menjadikan HUT ke-7 Pasmar 3 lebih dari sekadar seremoni—melainkan perayaan hidup, pengabdian, dan persatuan.
Agenda peringatan ulang tahun Pasmar 3 masih akan terus berlanjut, namun Hanmars ini telah mencetak sejarah tersendiri. Sebuah momen yang tak hanya membekas di otot para prajurit, tetapi juga di hati masyarakat Sorong.
**Benksu





