Gita Bahana Nusantara 2025, Laboratorium Kepemimpinan Budaya bagi Generasi Muda Indonesia

Sportourismindonesia – Depok, 3 Agustus 2025 — Di balik gemuruh simfoni dan harmonisasi suara yang dipersiapkan untuk mengisi Upacara Detik-Detik Proklamasi 17 Agustus mendatang, Gita Bahana Nusantara (GBN) 2025 sejatinya bukan sekadar ajang musikal. Lebih dari itu, GBN adalah ruang tempa—sebuah kawah candradimuka—bagi generasi muda dari seluruh pelosok negeri untuk belajar menjadi pemimpin masa depan yang berakar pada nilai-nilai kebudayaan Indonesia.

Sebanyak 222 peserta terpilih dari 38 provinsi, melalui proses audisi berlapis sejak tingkat kabupaten/kota hingga provinsi, kini menjalani pelatihan intensif selama dua pekan di Wisma Kinasih Resort, Depok. Mereka bukan hanya dilatih untuk menyanyi dan bermain musik dalam format paduan suara dan orkestra nasional, tetapi juga digembleng secara mental, etika, dan wawasan kebangsaan.

“Saya mengajak adik-adik sekalian untuk menjadi bagian dari gelombang baru kebudayaan Indonesia. Jadilah pelaku, penjaga, dan penyambung nilai-nilai budaya luhur kita,” seru Menteri Kebudayaan Fadli Zon saat meresmikan pembukaan pelatihan tatap muka GBN 2025.

 

Semangat yang dibawa GBN lebih dari sekadar tampil di panggung kenegaraan. Dalam kesehariannya, para peserta dari beragam suku, agama, dan latar budaya dipersatukan dalam semangat Bhinneka Tunggal Ika, hidup berdampingan dan saling belajar satu sama lain. Mereka tidak hanya membawa suara, tetapi juga membawa cerita dan nilai dari tanah asalnya masing-masing.

Kegiatan ini juga didukung penuh oleh Istana Kepresidenan. Rika Kiswardani, perwakilan dari Biro Sekretariat Presiden, menegaskan pentingnya GBN sebagai ikon budaya yang ditampilkan di hadapan dunia pada peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia.

“Setiap tanggal 17 Agustus, dunia menyaksikan kekompakan dan semangat adik-adik GBN di Istana. Ini bukan hanya simbol kebudayaan, tetapi juga diplomasi kultural yang membanggakan,” ujarnya.

 

Melalui pelatihan GBN, para peserta diasah untuk memiliki karakter kepemimpinan kolaboratif—mampu mendengar, mampu memimpin, dan mampu bekerja sama lintas budaya. Seluruh proses pembinaan dirancang untuk membentuk pemuda yang tidak hanya unggul di bidang seni, tetapi juga berjiwa nasionalis, disiplin, dan adaptif terhadap keberagaman.

“Inilah ruang pembelajaran hidup. Mereka belajar tidak hanya menyatu dalam musik, tapi juga menyatu sebagai bangsa,” ucap Irini Dewiwanti, Direktur Bina SDM Kelembagaan dan Pemanfaatan Kebudayaan.

 

Pemusatan latihan GBN 2025 melibatkan total 274 orang, termasuk pelatih, pembina, konduktor, dan tim kesehatan. Seluruhnya bekerja dalam satu ekosistem pembinaan yang bertujuan mencetak generasi budaya yang tidak tercerabut dari akar identitasnya.

Gita Bahana Nusantara adalah bukti bahwa kepemimpinan masa depan Indonesia tidak hanya lahir dari ruang kelas, tetapi juga dari ruang kesenian—tempat anak muda belajar tentang harmoni, ketekunan, kerja sama, dan yang terpenting: mencintai Indonesia dalam seluruh keberagamannya.

**Benksu

Sports Tourism Indonesia