Korps Marinir Jajaki Modernisasi Alutsista, Tinjau Teknologi Pertahanan Serbia

Sportstourismindonesai – Jakarta, Januari 2026 Korps Marinir TNI Angkatan Laut terus memperkuat langkah modernisasi alat utama sistem senjata (alutsista) dengan menjajaki teknologi pertahanan global. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kunjungan Danmenkav 3 Marinir Kolonel Mar Fachrul Ahmadi, S.H. ke industri pertahanan Yugoimport SDPR di Serbia, Eropa Tenggara, Selasa (3/2/2026).

Kunjungan ini menjadi bagian dari strategi TNI AL untuk memperoleh gambaran langsung mengenai perkembangan sistem persenjataan modern yang relevan dengan kebutuhan operasi Korps Marinir. Selain memperluas wawasan teknologi pertahanan, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan Sertifikasi Kelaikan dan Factory Acceptance Test (FAT) munisi kaliber 122 mm

Kolonel Mar Fachrul Ahmadi hadir mewakili Komandan Pasmar 3 Mayjen TNI (Mar) Andi Rahmat M., sekaligus tergabung dalam Tim Sertifikasi Kelaikan dan FAT Munisi 122 mm lintas instansi. Tim ini melibatkan unsur Kementerian Pertahanan, TNI AD, dan TNI AL sebagai bagian dari mekanisme pengawasan mutu dan kelayakan alutsista sebelum digunakan oleh satuan.

Yugoimport SDPR sendiri dikenal sebagai salah satu industri pertahanan strategis milik negara Serbia yang telah beroperasi sejak 1949 dan aktif mengekspor persenjataan sejak 1953.

Berkantor pusat di Beograd, perusahaan ini memproduksi berbagai sistem pertahanan, mulai dari kendaraan tempur lapis baja, sistem artileri, wahana udara nirawak (UAV), hingga amunisi berbagai kaliber.

Dalam keterangannya di tempat terpisah, Komandan Pasmar 3 menyampaikan bahwa keterlibatan Pasmar 3 dalam kegiatan tersebut mencerminkan kepercayaan dan peran aktif Korps Marinir dalam agenda strategis pertahanan nasional. Ia berharap hasil kunjungan ini dapat berkontribusi pada peningkatan kapabilitas tempur prajurit serta mendukung agenda modernisasi alutsista Korps Marinir TNI AL.

Tim Sertifikasi Kelaikan dan FAT Munisi 122 mm diketahui berangkat dari Indonesia menuju Serbia pada 25 Januari 2026 dan melaksanakan rangkaian kegiatan selama enam hari. Setelah seluruh tahapan pengujian dan peninjauan selesai, tim dijadwalkan kembali ke Tanah Air pada 31 Januari 2026.

Melalui kegiatan ini, Korps Marinir tidak hanya memastikan kualitas dan keamanan alutsista yang digunakan, tetapi juga menegaskan komitmen TNI AL untuk terus mengikuti perkembangan teknologi pertahanan global guna menjaga kesiapan dan daya gentar satuan di masa mendatang.

**Benksu

Sports Tourism Indonesia