Sportstourism – Bandung, 20 Juli 2026 – Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) terus memperkuat pengembangan olahraga inklusif dengan menyiapkan sumber daya manusia yang mampu menggerakkan partisipasi olahraga bagi penyandang disabilitas. Melalui program Training of Trainers (ToT) Penggerak Olahraga Disabilitas BERDAYA, Kemenpora menargetkan lahirnya 2.000 pelatih bersertifikat hingga 2029.
Pelatihan yang berlangsung di Kota Bandung pada 17–18 Juli 2026 ini diikuti 115 peserta yang terdiri atas atlet dan pelatih National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) serta Special Olympics Indonesia (SOINA) Kota Bandung. Program tersebut menjadi kelanjutan dari pelaksanaan perdana di Solo yang melibatkan 30 atlet elite internasional.
Tenaga Ahli Menteri Pemuda dan Olahraga, Heru Komarudin, mengatakan program BERDAYA merupakan langkah strategis untuk meningkatkan partisipasi olahraga di kalangan penyandang disabilitas yang saat ini masih berada di angka 11,6 persen.
Menurutnya, keterbatasan akses, minimnya fasilitas, serta kurangnya pelatih menjadi tantangan utama yang harus diatasi melalui penguatan ekosistem olahraga inklusif.
“Melalui program BERDAYA, Kemenpora menargetkan lahirnya 2.000 pelatih bersertifikat. Mereka akan menjadi agen perubahan yang mampu mengajak dan membimbing penyandang disabilitas agar lebih aktif berolahraga di komunitas masing-masing,” ujar Heru.
Kemenpora menargetkan kehadiran para pelatih tersebut dapat memberikan manfaat langsung kepada sedikitnya 20.000 penyandang disabilitas sekaligus meningkatkan angka partisipasi olahraga menjadi 15 persen pada 2029.
Selama pelatihan, peserta mendapatkan materi mengenai berbagai cabang olahraga yang mudah diterapkan dan ramah bagi penyandang disabilitas, seperti senam kebugaran adaptif, jalan sehat, boccia, tenis meja, hingga permainan rekreasi. Pelatihan dipandu oleh para instruktur berpengalaman, yakni Muhamad Bram Riyadi, Suryo Saputro Perdana, dan Muhammad Dwiky Anggara.
Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Bandung, Hendy Maulana Yusup, mengapresiasi penyelenggaraan program tersebut. Menurutnya, pelatihan ini tidak hanya meningkatkan kapasitas peserta, tetapi juga diharapkan mampu melahirkan penggerak olahraga yang aktif mencari dan membina bibit-bibit atlet disabilitas di Kota Bandung.
Salah seorang peserta, atlet para powerlifting Kota Bandung Anang Mulyana, mengaku pelatihan ini mengubah cara pandangnya terhadap olahraga. Ia kini tidak hanya ingin berprestasi sebagai atlet, tetapi juga berperan dalam menemukan dan membimbing penyandang disabilitas lain yang memiliki potensi.
“Selama ini ilmu yang saya miliki hanya digunakan untuk diri sendiri. Melalui pelatihan ini saya belajar bagaimana membagikan ilmu sekaligus mencari teman-teman disabilitas yang memiliki bakat. Saya yakin masih banyak potensi yang belum mendapatkan kesempatan untuk berkembang,” kata Anang.
Melalui program BERDAYA, Kemenpora berharap ekosistem olahraga disabilitas di Indonesia semakin kuat, tidak hanya melahirkan atlet berprestasi, tetapi juga memperluas akses masyarakat penyandang disabilitas untuk menjalani gaya hidup aktif dan sehat melalui olahraga.
**Benksu





