CdM Pastikan Dukungan Total, PBSI Bidik Emas Beregu Putra di Asian Games 2026

Sportstourism – Jakarta, 6 Agustus 2026 – Persiapan bulutangkis Indonesia menuju Asian Games Aichi-Nagoya 2026 mulai memasuki fase krusial. Chef de Mission (CdM) Tim Indonesia, Todotua Pasaribu, turun langsung meninjau Pelatnas PBSI di Cipayung, Jakarta Timur, untuk memastikan seluruh kebutuhan kontingen, khususnya aspek non-teknis, siap mendukung perjuangan para atlet memburu medali.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari komitmen Tim CdM agar para atlet dapat fokus sepenuhnya pada performa di lapangan tanpa terganggu persoalan logistik maupun operasional selama mengikuti pesta olahraga terbesar di Asia itu.

“Hari ini saya datang ke cabang olahraga bulutangkis, diterima baik oleh pengurus dan juga sudah ketemu, ngobrol dengan para atlet dan pelatih. Saya juga dibawa keliling melihat fasilitas-fasilitas, mulai dari asrama, gym hingga layanan fisioterapi. Ini cabang olahraga yang sangat komplet dari sisi pembinaan maupun fasilitas,” ujar Todotua.

Menurut Todotua, kualitas pembinaan yang dimiliki PBSI menjadi alasan kuat munculnya optimisme terhadap peluang bulutangkis menyumbang medali bagi Indonesia di Nagoya.

“Kami mengecek seluruh persiapan, terutama kebutuhan non-teknis menjelang Asian Games. Dengan sistem pembinaan yang sudah berjalan sangat baik, kami memiliki keyakinan lebih besar terhadap kontribusi medali dari cabang bulutangkis,” katanya.

Todotua yang juga menjabat sebagai Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi RI menegaskan Tim CdM akan memberikan dukungan penuh terhadap seluruh kebutuhan kontingen, mulai dari keberangkatan hingga masa persiapan selama berada di Jepang.

“Kami ingin atlet berangkat ke Nagoya dengan nyaman. Semua kebutuhan non-teknis akan kami pastikan terpenuhi sehingga mereka bisa fokus bertanding dan tampil dengan kepercayaan diri maksimal untuk meraih medali,” tegasnya.

Di sisi lain, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Eng Hian, menegaskan evaluasi dari Asian Games sebelumnya menjadi pijakan penting dalam menyusun program menuju Aichi-Nagoya 2026. Pembenahan dilakukan mulai dari program latihan, periodisasi hingga pengaturan kalender pertandingan agar atlet mencapai performa terbaik pada saat yang tepat.

“Pengalaman di Asian Games sebelumnya menjadi pembelajaran bagi kami untuk mempersiapkan tim dengan lebih matang, baik dari program latihan, periodisasi maupun keikutsertaan di berbagai turnamen sebelum Asian Games,” ujar Eng Hian.

PBSI juga membuka peluang bagi seluruh pemain terbaik Indonesia, baik penghuni pelatnas maupun atlet di luar pelatnas, untuk memperkuat tim nasional berdasarkan performa.

“Kami tidak membedakan atlet pelatnas maupun non-pelatnas. Siapa yang terbaik dan paling siap akan dipanggil memperkuat Indonesia. Sesuai hasil rapat dengan tim review Kemenpora, target kami adalah satu medali emas dari nomor beregu putra,” jelasnya.

Meski demikian, Eng Hian menilai peluang Indonesia tidak hanya berasal dari sektor beregu putra. Ia melihat sektor ganda putra yang menunjukkan tren positif dalam sejumlah turnamen internasional, serta sektor-sektor lain, juga memiliki peluang menghadirkan kejutan.

“Melihat perkembangan terakhir, ganda putra memiliki peluang besar. Namun kami juga optimistis sektor lain mampu memberikan kontribusi medali,” katanya.

Asian Games Aichi-Nagoya 2026 akan berlangsung pada 19 September hingga 4 Oktober 2026. Bagi PBSI, ajang ini menjadi salah satu target utama musim ini sekaligus tolok ukur kekuatan bulutangkis Indonesia dalam persaingan olahraga terbesar di kawasan Asia.

**Benksu

Sports Tourism Indonesia