Indonesia Dorong Posisi sebagai Pusat Studi Budaya Dunia Lewat Kolaborasi Riset dengan Jepang

Sportstourismindonesia – Osaka, 11 Oktober 2025 – Indonesia menegaskan peran strategisnya sebagai pusat pengetahuan budaya dunia melalui penguatan kerja sama riset dengan Jepang. Langkah ini disampaikan langsung oleh Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, dalam kunjungannya ke National Museum of Ethnology (Minpaku) di Osaka, Sabtu (11/10).

Dalam pertemuan yang dihadiri para akademisi Jepang yang telah lama meneliti kebudayaan Indonesia, Menbud menekankan pentingnya riset budaya sebagai fondasi pengembangan ilmu pengetahuan dan diplomasi kebudayaan global.

“Kekayaan budaya Indonesia bukan hanya soal warisan, tetapi juga sumber pengetahuan tentang manusia, sejarah, dan peradaban. Melalui riset bersama, kita tidak hanya melestarikan budaya, tetapi juga memperkaya pemahaman dunia tentang Indonesia,” ujar Fadli Zon.

Pertemuan tersebut dihadiri sejumlah akademisi terkemuka Jepang, seperti Prof. Shota Fukuoka, etnomusikolog yang meneliti musik Sunda; Prof. Rintaro Ono, arkeolog maritim dan kurator pameran Asia–Oseania; Dr. Hiroyuki Imamura, peneliti seni bela diri tradisional; serta Dr. Masami Okabe, peneliti tari dan budaya Jawa.

Diskusi membahas kolaborasi riset di bidang etnomusikologi, antropologi maritim, seni bela diri, tari, dan etnografi Nusantara.

Fadli Zon juga memaparkan sejumlah proyek strategis Kementerian Kebudayaan, mulai dari digitalisasi arsip budaya, pemugaran situs megalitik Gunung Padang, hingga studi warisan budaya seperti wayang dan manik-manik Nusantara.

Selain itu, ia juga menyinggung keberhasilan Indonesia dalam kesepakatan pengembalian 28.131 fosil Koleksi Dubois dari Belanda yang akan mendukung riset prasejarah nasional.

Sebagai lembaga riset antropologi terkemuka di Asia, Minpaku memiliki koleksi etnografi dari berbagai penjuru dunia dan menjadi mitra strategis dalam riset kebudayaan Indonesia. Dalam kunjungannya, Menbud juga meninjau pameran “Humans and Boats: Maritime Life in Asia and Oceania”, yang menampilkan artefak bahari dari Indonesia, termasuk perahu tradisional dan peninggalan suku Bajau.

“Peradaban maritim Nusantara adalah salah satu yang tertua di dunia. Laut bukan sekadar sumber daya, tetapi ruang pengetahuan yang membentuk jati diri bangsa,” ujar Fadli Zon.

Selain itu, ia juga menyempatkan diri meninjau pameran tetap bertema “A Day in the Life of Southeast Asia” yang menampilkan artefak dari berbagai negara, termasuk wayang, batik, dan alat musik tradisional Indonesia.

BACA JUGA :  Festival Sanggul Nusantara 2024: Meriahkan Jakarta, Lestarikan Budaya Bangsa

Kunjungan ini diharapkan memperluas jejaring riset antara Indonesia dan Jepang serta memperkuat posisi Indonesia sebagai laboratorium hidup kebudayaan dunia.

“Melalui kolaborasi riset, kita membangun pemahaman global tentang Indonesia. Budaya kita bukan hanya untuk dikenang, tetapi untuk dikaji dan terus menginspirasi dunia,” tutup Fadli Zon.

**Benksu

Sports Tourism Indonesia