Sportstourismindonesia – JAKARTA, 3 April 2026 – Aroma persaingan menuju Olimpiade mulai terasa di sektor ganda putra Indonesia. Alih-alih bertahan dengan pasangan lama, pelatih Antonius Budi Ariantho justru memilih melakukan “reset strategi” demi menciptakan kombinasi yang lebih tajam dan konsisten di level elite dunia.
Langkah berani ini ditandai dengan pemisahan duet Leo Rolly Carnando / Bagas Maulana yang sebelumnya sempat menjanjikan, namun dinilai belum cukup stabil dalam menjaga performa.
“Kesempatan sudah cukup banyak kami berikan. Ada hasil bagus, tapi belum konsisten untuk level atas,” ujar Antonius.

Sebagai bagian dari eksperimen besar menuju Race to Olympic, Leo kini dipersatukan kembali dengan Daniel Marthin pasangan lama yang sempat terpisah karena faktor non-teknis.
Menurut Antonius, kembalinya duet ini bukan sekadar nostalgia, melainkan solusi cepat untuk mengejar performa optimal.
“Keduanya sudah saling mengenal. Secara teknis tidak ada masalah, tinggal memperbaiki komunikasi dan membangun chemistry lagi,” jelasnya.
Di sisi lain, Bagas tak kehilangan tempat. Ia justru mendapat tandem baru, Muh Putra Erwiansyah, yang dinilai memiliki karakter permainan saling melengkapi.
Putra dikenal piawai di depan net dan berperan sebagai playmaker, sementara Bagas tetap menjadi andalan di sektor belakang dengan kekuatan smash-nya.
“Ini kombinasi yang kami harapkan bisa saling mengisi,” tambah Antonius.
Ujian sesungguhnya bagi dua pasangan anyar ini akan dimulai dalam rangkaian turnamen di Thailand, Malaysia, hingga Indonesia. Dari sana, tim pelatih akan mengevaluasi sejauh mana efektivitas racikan baru tersebut.
Lebih jauh, langkah ini juga menjadi bagian dari strategi besar mempertebal kedalaman skuad ganda putra Indonesia. Saat ini, Indonesia sudah memiliki pasangan mapan seperti Fajar Alfian / Fikri Bagas Maulana serta Raymond Indra / Joaquin Adrian yang berada di jalur papan atas.
Kini, tantangan berikutnya adalah melahirkan pelapis yang tak sekadar kompetitif, tetapi juga mampu menembus dominasi elite dunia.
“Kami ingin lebih banyak pasangan yang siap bersaing di level atas. Tidak hanya satu atau dua, tapi berlapis,” tegas Antonius.
Dengan waktu yang terus berjalan menuju Olimpiade, keputusan bongkar pasang ini menjadi sinyal jelas: Indonesia tak ingin sekadar ikut bersaing, tetapi datang dengan kekuatan penuh dan opsi terbaik di sektor ganda putra.
**Benksu





