Cuaca Berat, Bakat Muda Bersinar di Faldo Series Indonesia Gunung Geulis

Sportstourismindonesia – Bogor, 6 Februari — Lapangan basah, bola tenggelam, dan green licin tak menyurutkan semangat para pegolf muda Indonesia. Di tengah tantangan cuaca usai hujan semalaman, talenta-talenta junior justru menunjukkan kelasnya pada hari pertama FALDO SERIES INDONESIA (Gunung Geulis Country Club) presented by Birdie Bandits, Jumat (6/2).

Turnamen yang digelar di Gunung Geulis Country Club (West Course), Bogor, ini memainkan kategori Faldo Junior Tour, bagian dari jalur pembinaan golf junior dunia. Sebanyak 30 pegolf muda dari 9 provinsi, klub, komunitas, serta tuan rumah Birdie Bandits, turun bersaing dalam dua kelas usia: U-16 ke bawah dan U-21 ke bawah, untuk putra dan putri.

Dominasi Sumatera Utara di Kelas Putra

Sorotan hari pertama tertuju pada Sumatera Utara, yang sukses menempatkan wakilnya di puncak dua klasemen putra.
Di kelas Boys U-21, Kifata Aftar tampil paling konsisten. Pegolf berusia 18 tahun itu memimpin leaderboard dengan skor 74 (3-di atas-par) setelah menyelesaikan 18 hole. Ia unggul atas Muhammad Naabil Al Manaaf (Pergola UI) yang membukukan 77.

Sementara di kelas Boys U-16, performa impresif datang dari Fadhlan Azzam Atmajah. Pegolf 15 tahun itu mencetak skor 72 (1-di atas-par), menjadi yang terbaik di kelasnya dan unggul dua pukulan dari Yujun Cha (Sim’s Academy).

“Permainan hari ini cukup solid. Walaupun ada beberapa hole yang miss, masih bisa recovery. Cuma putting-nya kurang maksimal,” ujar Fadhlan.

Ia menambahkan, akurasi second shot menjadi kunci performanya. “GIR cukup banyak hari ini, tapi besok saya harus perbaiki chipping dan putting.”

Sania Tangguh Hadapi Lapangan Becek

Di sektor putri, Sania Talitha Wahyudi menunjukkan mental juara. Atlet nasional yang membela Maja Golf Club itu memimpin klasemen dengan skor 72 (1-di atas-par), meski harus berjuang keras menghadapi kondisi lapangan yang berat.

“Hari ini lapangan becek banget. Banyak bola tenggelam dan genangan air. Kalau kena bolanya kurang pas sedikit saja, miss-nya bisa jauh,” kata Sania.

Ia sempat berada di posisi tiga over, sebelum bangkit lewat dua birdie di hole-hole akhir. “Overall permainanku oke. Putting 5 meter di par 3 tadi jadi momentum.”
Sania unggul dua pukulan dari Renoctoviana Ramadhiani Said asal DKI Jakarta.

Di kelas Girls U-16, Elevania Nurfasha (Jawa Barat) sementara memimpin dengan skor 79 (8-di atas-par), disusul Freya Julia Davania (Sumut) dengan 82.

Panggung Awal Menuju Level Dunia

Turnamen ini belum usai. Sabtu (7/2), para pegolf Junior Tour akan menjalani putaran kedua, sementara kategori Faldo Futures—untuk usia 7 hingga 12 tahun—akan memulai persaingan mereka. Kelompok Futures akan bermain 18 hole selama dua hari (9 hole per hari), terbagi dalam tiga kelompok usia.

Ajang ini bukan sekadar turnamen nasional. Juara 1 dan 2 Faldo Junior Tour akan melaju ke Faldo Junior Tour Asia Grand Final ke-17 di Laguna Lang Co, Vietnam, pada 22–24 April 2026. Sementara pemenang Faldo Futures akan berlaga di Futures Final di Belfry, Inggris.

Bagi Birdie Bandits, turnamen ini menandai langkah besar. FALDO SERIES INDONESIA (Gunung Geulis Country Club) menjadi event internasional pertama yang mereka gelar sejak junior golf club ini berdiri pada pertengahan 2025.

Di tengah hujan, lumpur, dan tekanan kompetisi, satu hal terlihat jelas di Gunung Geulis: masa depan golf Indonesia sedang ditempa—dan terlihat menjanjikan.

**Benksu

Sports Tourism Indonesia