DBL Camp 2026 Ubah Pembinaan Basket Usia Dini dengan Sentuhan Sport Science

Sportstourismindonesia – JAKARTA 28 April 2026 DBL Indonesia membawa pendekatan baru dalam pembinaan basket usia dini lewat penyelenggaraan Kopi Good Day DBL Camp 2026 di DBL Academy East Jakarta, Selasa (28/4/2026). Tak sekadar menjadi ajang pemusatan latihan bagi pebasket muda terbaik Indonesia, DBL Camp tahun ini tampil dengan wajah baru: laboratorium sport science untuk mengukur kualitas fisik, potensi cedera, hingga efektivitas gerak para student-athlete.

Sebanyak 270 student-athlete terbaik dari seluruh Indonesia, terdiri dari 135 putra dan 135 putri, mengikuti DBL Camp 2026. Mereka merupakan pemain terpilih dari kompetisi Honda DBL with Kopi Good Day 2025-2026 yang digelar di 31 kota dan 22 provinsi.

Memasuki tahun ke-17 penyelenggaraan, DBL Camp 2026 tak lagi hanya berfokus pada latihan teknis dan seleksi bakat. Tahun ini, DBL Indonesia memperkuat fondasi pembinaan dengan pendekatan ilmiah berbasis data yang lazim digunakan dalam sistem pelatihan basket modern di level internasional.

Founder DBL Indonesia, Azrul Ananda, mengatakan pelaksanaan DBL Camp tahun ini menjadi salah satu yang paling istimewa karena untuk pertama kalinya seluruh peserta akan menjalani serangkaian pengukuran fisik berbasis sport science secara lebih komprehensif.

“Pelaksanaan Kopi Good Day DBL Camp tahun ini istimewa karena peserta akan menjalani serangkaian latihan di tiga lapangan di DBL Academy East Jakarta yang semuanya berstandar FIBA level 1. Yang lebih penting lagi, pelaksanaan tahun ini jadi riset sport science,” ujar Azrul.

Pendekatan sport science itu diwujudkan melalui penggunaan perangkat pengukuran fisik dari Vald Performance, yakni Nordbord, Force Frame, dan Force Decks. Ketiga alat ini digunakan untuk memetakan kondisi fisik atlet secara lebih detail.

Nordbord digunakan untuk mengukur kekuatan otot hamstring kanan dan kiri, sekaligus mendeteksi ketimpangan kekuatan otot yang berpotensi memicu cedera. Sementara Force Frame berfungsi mengukur kekuatan otot kaki secara isometrik serta membaca keseimbangan kekuatan tubuh bagian kanan dan kiri.

Adapun Force Decks dipakai untuk menganalisis tinggi lompatan, kekuatan saat mendarat, hingga durasi masa layang atlet saat melompat. Kehadiran tiga perangkat ini membuat DBL Camp kini tak hanya menilai pemain dari kemampuan teknis, tetapi juga dari kualitas biometrik dan kesiapan fisik secara menyeluruh.

“Data-data dari pengukuran itu akan menjadi acuan untuk melihat sejauh mana kekuatan fisik pemain, kebutuhan metode latihan berdasarkan data yang dihasilkan, potensi cedera, hingga efektivitas gerakan. Seperti sebuah laboratorium olahraga,” kata Azrul.

Transformasi metode latihan juga terlihat dari pergantian sistem tes kebugaran. Tahun ini DBL Camp mulai meninggalkan Beep Test dan menggantinya dengan Yo-Yo Test, metode pengukuran daya tahan yang dinilai lebih relevan dengan karakter permainan basket modern.

Berbeda dengan Beep Test yang mengharuskan peserta berlari tanpa henti, Yo-Yo Test dirancang dengan pola interval yang menyerupai ritme pertandingan basket: sprint, berhenti, recovery, lalu kembali bergerak. Pola ini dinilai lebih akurat untuk mengukur kapasitas aerobik dan recovery atlet basket.

Langkah tersebut mendapat apresiasi dari pelatih tamu asal Australia, Keegan Crawford, yang terlibat langsung dalam program latihan DBL Camp 2026.

Keegan merupakan asisten pelatih tim nasional Australia untuk FIBA Asia Cup Qualifiers 2025 sekaligus pelatih pengembangan individu di klub elite Perth Wildcats.

“Dari sisi fasilitas dan metode pelatihan di DBL Camp ini saya rasa DBL Indonesia terus mengikuti perkembangan apa yang terjadi di dunia internasional. Dan itu baik untuk para peserta yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia ini,” ujar Keegan.

Kehadiran Keegan menjadi bagian dari kolaborasi DBL Indonesia dengan World Basketball Academy (WBA) Australia, yang kembali mendatangkan pelatih-pelatih internasional untuk membina para campers.

Tak hanya menjadi arena pengembangan bakat, DBL Camp 2026 juga mendapat perhatian serius dari Badan Tim Nasional (BTN) Indonesia. BTN memantau langsung perkembangan peserta untuk menjaring talenta potensial yang bisa diproyeksikan ke jenjang tim nasional. Manajer Timnas Basket Indonesia, Ronny Gunawan, bahkan hadir langsung dalam pembukaan camp.
DBL Camp 2026 menjadi fase krusial dalam pembentukan skuad elite Kopi Good Day DBL Indonesia All-Star 2026.

Dari program ini, para peserta akan disaring menuju Top 50, lalu Top 24, sebelum akhirnya terpilih masuk tim All-Star yang berkesempatan menjalani program belajar basket di luar negeri.

Persaingan tahun ini dipastikan semakin terbuka setelah DBL menambah kuota wildcard dari empat menjadi enam slot.

Penambahan ini memberi peluang lebih besar bagi pemain yang belum lolos seleksi utama untuk tetap menembus skuad All-Star melalui jalur wildcard.
Di luar agenda utama pembinaan, DBL Camp 2026 juga menjadi panggung peluncuran AZA DBL Play 2.0, sepatu basket generasi terbaru dari AZA.

Sepatu ini dirancang untuk menunjang akselerasi cepat dan pergerakan eksplosif, dengan material upper breathable, midsole E-TPU, serta kombinasi insole starfit foam dan cellfit foam untuk menunjang kenyamanan dan stabilitas pemain.

Rangkaian DBL Camp 2026 nantinya akan ditutup melalui Kopi Good Day DBL Festival 2026 yang berlangsung pada 30 April hingga 3 Mei 2026 di Grand Atrium Mall Kota Kasablanka, Jakarta Selatan. Festival ini akan menjadi puncak selebrasi basket pelajar nasional, sekaligus panggung pengumuman skuad Kopi Good Day DBL Indonesia All-Star 2026.

Mengusung tema Move and Groove, DBL Festival tahun ini memadukan olahraga, hiburan, musik, dance, dan kompetisi interaktif dalam satu panggung besar.

Sejumlah agenda seperti AZA 1on1 Challenge, Kopi Good Day 2on2 Competition, Junior 3X3 Competition, hingga Celebrity Game akan menjadi magnet utama bagi pencinta basket Tanah Air.

Dengan pendekatan sport science yang semakin matang, DBL Camp 2026 menandai babak baru pembinaan basket usia dini di Indonesia. Bukan lagi sekadar mencari pemain terbaik, tetapi membangun fondasi atlet masa depan dengan sistem latihan yang lebih modern, terukur, dan kompetitif.

**Benksu

Sports Tourism Indonesia