Wild Card Terakhir Dibuka, Persaingan DBL Camp 2026 Memanas Jelang Seleksi All-Stars

Sprotstourismindonesia – JAKARTA Mei 2026 Persaingan menuju skuad Kopi Good Day DBL All-Stars 2026 memasuki fase paling krusial. Enam tiket wild card resmi dibagikan pada Sabtu (2/5), sekaligus melengkapi daftar Top 30 Campers Kopi Good Day DBL Camp 2026 yang kini bersiap menghadapi tahap penentuan.

Dua tiket wild card terakhir untuk sektor putra dan putri menjadi penutup perebutan tempat di daftar elite campers tahun ini. Enam nama yang lolos melalui jalur kesempatan terakhir langsung menghidupkan kembali persaingan menuju pemilihan DBL All-Stars 2026.

Di sektor putri, dua tiket wild card terakhir diraih Cathleen Richelle Lie dari SMA Karangturi Semarang dan Nicolette Ivanka Sundoro dari SMA Santa Laurensia Alam Sutera. Sementara di sektor putra, Arkanairo Reizo dari SMAN 9 Bandung dan Made Abhinaya Narayana dari SMAN 2 Denpasar berhasil mengamankan tempat usai tampil impresif di sesi penentuan.

Wild card menjadi jalur hidup-mati bagi para campers yang sebelumnya belum berhasil menembus daftar utama. Karena itu, sesi scrimmage game yang digelar di DBL Academy Jakarta berlangsung dengan tensi tinggi. Ratusan peserta yang belum terpilih kembali turun ke lapangan untuk memburu kesempatan terakhir.

Latihan dan pertandingan internal tersebut dipimpin langsung oleh Shane Froling dari World Basketball Academy (WBA), dengan fokus pada intensitas permainan, kekuatan mental, dan kemampuan membaca situasi di lapangan.

Atmosfer kompetitif langsung terasa sejak awal, seiring seluruh peserta memahami bahwa satu penampilan buruk bisa menutup peluang menuju tahap berikutnya.
Salah satu nama yang mencuri perhatian adalah Cathleen Richelle Lie. Pebasket asal SMA Karangturi Semarang itu bangkit setelah sempat kehilangan kepercayaan diri karena gagal menembus Top 50 pada fase awal seleksi.

“Aku sempat hilang percaya diri setelah gagal menembus Top 50 dan tidak masuk dalam daftar penerima wild card tahap awal. Aku senang sekali dikasih kesempatan buat kembali berjuang,” ujar Cathleen.

Keberhasilan Cathleen menjadi gambaran ketatnya persaingan di DBL Camp 2026. Jalur wild card tak hanya menjadi pintu kedua, tetapi juga ujian mental bagi para pemain yang masih ingin menjaga mimpi tampil di tim All-Stars.
Tak hanya pemain, persaingan ketat juga terjadi di jajaran pelatih.

Program Kopi Good Day DBL Camp 2026 turut memasuki fase penyaringan untuk kategori coaches. Setelah menjalani pembekalan intensif sejak hari pertama, jumlah pelatih kini dikerucutkan menjadi 16 besar.

Dalam program pengembangan ini, para pelatih mendapat materi langsung dari tim World Basketball Academy, mulai dari teknik dasar basket, basic life support, strength and conditioning, hingga pencegahan cedera olahraga. Pembekalan tersebut menjadi bagian dari peningkatan kualitas pelatih muda yang terlibat dalam ekosistem basket pelajar nasional.

Tak berhenti di ruang teori, para pelatih juga langsung diuji dalam situasi pertandingan. Mereka diberi kesempatan menyusun strategi dan memimpin tim unselected campers dalam sesi scrimmage, sebelum akhirnya disaring menjadi 16 nama terbaik.

Seleksi akan berlanjut pada Minggu (3/5), saat para pelatih memperebutkan empat tempat terbaik untuk melangkah ke tahap akhir.

Sementara itu, Top 30 Campers kini tinggal selangkah lagi menuju seleksi akhir demi memperebutkan tiket bergengsi sebagai bagian dari Kopi Good Day DBL All-Stars 2026.

**Benksu

Sports Tourism Indonesia