Sportstourismindonesia – TANGERANG, Mei 2026 — Kehadiran Indonesia Design District (IDD) PIK2 di ajang Salone del Mobile Milano 2026 menandai langkah strategis Indonesia dalam memperkuat posisinya di industri desain global. Lewat paviliun bertajuk House of Indonesia, IDD PIK2 tidak hanya menampilkan produk desain, tetapi juga membawa narasi besar tentang kekuatan ekosistem desain Indonesia yang semakin matang dan kompetitif di tingkat internasional.
Partisipasi ini menjadi penegasan bahwa Indonesia kini tidak lagi hanya dipandang sebagai pasar potensial, melainkan mulai diakui sebagai pemain aktif dalam perkembangan desain global, khususnya dalam pengembangan ide, inovasi material, dan arah desain interior masa depan.
Melalui IDD Pavilion, Indonesia menghadirkan karya-karya desain terkurasi yang menampilkan kekayaan pendekatan kreatif dari para pelaku industri nasional. Beragam karya tersebut memperlihatkan kekuatan desain Indonesia, mulai dari eksplorasi material, ketajaman konsep, hingga kemampuan mengolah nilai budaya menjadi bahasa desain yang relevan secara global.
Kehadiran IDD PIK2 di Milan juga membuka ruang dialog strategis dengan berbagai pemangku kepentingan internasional. Sejumlah pertemuan penting dilakukan dengan tokoh dan institusi global, di antaranya Prof. Andreas dari University of Bologna, Johan Lubbe Baker dari Benelux Indonesia Association di Belgia, hingga jajaran perwakilan diplomatik Indonesia di Italia.
Dukungan terhadap partisipasi Indonesia juga datang dari Duta Besar Republik Indonesia untuk Italia, Prof. Dr. Junimart Girsang, yang mengunjungi IDD Pavilion bersama tim Kedutaan Besar Republik Indonesia di Italia. Kunjungan tersebut menjadi sinyal kuat dukungan diplomatik terhadap penguatan industri kreatif Indonesia di panggung internasional.
Momentum di Milan ini sekaligus memperlihatkan transformasi penting dalam posisi Indonesia di industri desain global. Dengan dukungan lintas sektor, mulai dari pemerintah, asosiasi industri, hingga pelaku kreatif, Indonesia dinilai semakin siap membangun fondasi desain yang kuat, adaptif, dan berdaya saing tinggi.
Semangat yang dibawa dari Milan itu akan berlanjut dalam Indonesia Design Week (IDW) 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 18–27 September 2026. Jika Salone del Mobile menjadi ruang presentasi global, maka IDW hadir sebagai platform pengembangan gagasan desain dalam konteks regional yang lebih dekat dengan dinamika pasar dan budaya Asia Tenggara.
Mengusung tema Collective Culture, IDW 2026 akan difokuskan pada penguatan koneksi desain di kawasan ASEAN. Agenda ini akan menitikberatkan pada kolaborasi lintas negara, eksplorasi material, dan pertukaran perspektif budaya untuk mendorong dialog desain yang lebih inklusif dan kontekstual.

Penguatan ekosistem desain ini berakar dari kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK), khususnya PIK2, yang kini berkembang sebagai ruang kreatif terintegrasi. Dengan infrastruktur yang terus tumbuh, kehadiran berbagai brand, serta ruang publik yang saling terhubung, PIK2 dinilai memiliki fondasi kuat untuk berkembang sebagai simpul baru industri desain nasional.
Dalam ekosistem tersebut, IDD PIK2 memainkan peran penting sebagai penggerak utama yang menghubungkan industri, kreator, dan publik. Tidak hanya sebagai pusat ritel desain, IDD PIK2 juga diposisikan sebagai katalis yang mendorong lahirnya kolaborasi, inovasi, dan pertumbuhan industri desain yang berkelanjutan.
Partisipasi di Milan hingga penguatan agenda di PIK2 menunjukkan bahwa Indonesia tengah membangun jalur baru dalam industri desain—bukan hanya sebagai pengikut tren global, tetapi sebagai bagian dari pembentuk arah desain masa depan.
**Benksu





