Sportstourism – Tangerang, 3 Agustus 2026 – Daihatsu memanfaatkan ajang GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 sebagai panggung untuk memperlihatkan visi masa depan mobilitas perkotaan melalui deretan kendaraan mungil berteknologi tinggi. Mengusung tema “Small But Capable”, pabrikan asal Jepang ini menghadirkan empat model Kei Car yang menggabungkan efisiensi ruang, elektrifikasi, hingga desain futuristis.
Keempat model tersebut menjadi bagian dari total 16 kendaraan yang dipamerkan Daihatsu di ICE BSD City, Tangerang, selama penyelenggaraan GIIAS 2026 pada 30 Juli–9 Agustus. Tiga di antaranya merupakan mobil konsep, yakni Midget X, K-Vision, dan K-OPEN, sementara satu model lainnya, e-ATRAI, telah dipasarkan di Jepang sebagai kendaraan listrik komersial.

Sorotan utama tertuju pada Midget X, mobil konsep berpenggerak penuh listrik (Battery Electric Vehicle/BEV) yang mengusung dimensi lebih ringkas dibandingkan Kei Car pada umumnya. Dengan panjang hanya 2.200 mm, kendaraan ini dirancang untuk menjawab kebutuhan mobilitas di kawasan perkotaan yang semakin padat.
Keunikan Midget X tidak hanya terletak pada ukurannya, tetapi juga konfigurasi kabin berkapasitas tiga orang (1+2), dengan posisi pengemudi berada di tengah bagian depan. Tata letak tersebut menghadirkan pengalaman berkendara yang berbeda sekaligus meningkatkan interaksi antara pengemudi dan penumpang. Desain pintu yang membuka ke depan juga memberikan kemudahan saat keluar dan masuk kendaraan.
Model ini sekaligus menjadi interpretasi modern dari Daihatsu Midget generasi pertama yang di Indonesia lebih dikenal sebagai Bemo, kendaraan legendaris yang pernah menjadi ikon transportasi masyarakat pada era 1960-an.
Sementara itu, Daihatsu juga memperkenalkan K-Vision, mobil konsep berteknologi e-SMART HYBRID yang mengadopsi sistem serupa dengan Rocky Hybrid yang telah dipasarkan di Indonesia. Teknologi ini memungkinkan kendaraan melaju menggunakan motor listrik tanpa perlu melakukan pengisian daya eksternal, sehingga tetap praktis digunakan dalam aktivitas sehari-hari.
Selain menawarkan efisiensi bahan bakar, K-Vision juga memiliki kemampuan menyuplai listrik ke perangkat eksternal. Kabin yang lapang dipadukan dengan pintu geser menjadi nilai tambah bagi pengguna yang membutuhkan kendaraan kompak namun tetap fungsional.
Bagi penggemar mobil sport, Daihatsu menghadirkan K-OPEN, mobil konsep berbasis Daihatsu Copen yang mempertahankan karakter mesin bensin (Internal Combustion Engine/ICE). Menggunakan konfigurasi Front Engine Rear Wheel Drive (FR), K-OPEN menawarkan sensasi berkendara yang lebih sporty dengan dimensi kompak sepanjang 3.395 mm dan kapasitas dua penumpang.
Tak hanya menghadirkan konsep masa depan, Daihatsu juga membawa e-ATRAI, kendaraan listrik niaga yang telah dipasarkan di Jepang sejak Februari 2026. Model ini dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan distribusi logistik perkotaan hingga layanan last-mile delivery.
e-ATRAI dibekali sistem e-SMART ELECTRIC dengan baterai lithium-ion berkapasitas 36,6 kWh yang mampu menempuh jarak lebih dari 250 kilometer dalam sekali pengisian daya. Fitur pengisian cepat 50 kW memungkinkan baterai terisi hingga 80 persen dalam waktu sekitar 50 menit.
Menariknya, kendaraan ini juga dilengkapi stop kontak AC 100 volt dengan daya hingga 1.500 watt sehingga dapat dimanfaatkan sebagai sumber listrik portabel untuk mengoperasikan berbagai perangkat elektronik di lapangan.
Presiden Direktur PT Astra Daihatsu Motor, Yasushi Kyoda, mengatakan kehadiran jajaran Kei Car tersebut merupakan wujud komitmen Daihatsu dalam menghadirkan solusi mobilitas masa depan yang lebih efisien, praktis, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.

“Melalui semangat Small But Capable, Daihatsu ingin menghadirkan beragam solusi mobilitas melalui inovasi kendaraan kompak masa depan yang praktis, efisien, dan menyenangkan kepada masyarakat. Kami berharap kehadiran model-model ini dapat memberikan inspirasi dan pengalaman baru yang unik kepada pengunjung di GIIAS,” ujar Yasushi Kyoda.»
Lewat kehadiran empat Kei Car ini, Daihatsu tidak sekadar memamerkan kendaraan konsep, tetapi juga menunjukkan arah pengembangan produk yang mengedepankan elektrifikasi, efisiensi ruang, dan fleksibilitas penggunaan. Langkah tersebut menjadi sinyal bahwa kendaraan kompak berteknologi ramah lingkungan diproyeksikan akan memainkan peran penting dalam mobilitas urban di masa mendatang.
**Benksu





