Sportstourismindonesia – Jakarta, 6 Mei 2025 Penobatan Pangeran Cevi Yusuf Isnendar sebagai Raja Kebudayaan Banjar Kalimantan menandai momentum penting dalam penguatan diplomasi budaya Indonesia. Menteri Kebudayaan Fadli Zon menekankan bahwa raja-raja kebudayaan memiliki posisi strategis bukan hanya sebagai pelestari adat, melainkan juga sebagai duta budaya Nusantara dalam percaturan global.
Acara penobatan yang digelar di Balairung Gajah Mada, Kraton Majapahit Jakarta Timur, dihadiri oleh tokoh-tokoh penting nasional dan internasional. Di antaranya, para duta besar dari Palestina, Arab Saudi, India, Amerika Serikat, Timor Leste, Singapura, serta perwakilan Rusia. Hadir pula Jenderal TNI (Purn.) AM Hendropriyono dan Jenderal TNI (Purn.) Try Sutrisno, menandakan besarnya perhatian terhadap peran budaya dalam pembangunan nasional.

“Raja Kebudayaan bukan hanya simbol adat, tapi juga jembatan dialog peradaban. Mereka adalah representasi dari jati diri bangsa yang dapat memperkuat posisi Indonesia di panggung dunia,” ujar Menteri Fadli Zon. Ia menyatakan bahwa pemajuan budaya tidak dapat dilepaskan dari peran komunitas adat dan tokoh tradisi.
Penobatan Sultan Cevi Yusuf Isnendar sebagai Raja Kebudayaan Banjar Kalimantan menjadi penanda penting atas pengakuan peran pemimpin adat dalam arsitektur kebudayaan nasional. Dalam sambutannya, Sultan Cevi menegaskan komitmennya untuk menjadikan budaya Banjar sebagai kekuatan sosial sekaligus aset diplomasi kultural.
“Saya akan merancang program kerja yang tak hanya berfokus pada pelestarian, tetapi juga promosi budaya Banjar ke tingkat internasional. Budaya adalah instrumen lunak yang efektif dalam membangun citra bangsa,” katanya.

Sultan Cevi juga menyoroti pentingnya daya tahan budaya Indonesia di tengah gempuran budaya asing. Ia menilai pelestarian nilai-nilai luhur harus berjalan seiring dengan inovasi budaya yang adaptif terhadap zaman.
Penobatan ini sekaligus menunjukkan bahwa kekuatan budaya Indonesia tidak hanya bertumpu pada lembaga formal negara, tetapi juga bertumpu pada kearifan lokal dan entitas adat yang hidup dan berkembang di tengah masyarakat.
Dengan semangat kolaborasi, Menbud Fadli Zon berharap para pewaris kerajaan Nusantara dapat bersinergi dengan pemerintah dan masyarakat luas, memperkuat posisi budaya sebagai fondasi identitas nasional sekaligus instrumen diplomasi internasional.
**Benksu





