Gugur dengan Pelajaran Berharga, Putri Fokus Bangun Kembali Menuju All England

Sportstourismindonesia – Jakarta, 22 Januari 2026 Perjalanan Putri Kusumawardani di Daihatsu Indonesia Masters 2026 harus berakhir lebih cepat. Tunggal putri Indonesia itu tersingkir di babak kedua setelah pertarungan tiga gim yang ketat melawan wakil Chinese Taipei, Huang Yu-Hsun**, dengan skor 17-21, 21-19, 17-21, di Jakarta, Kamis (22/1).

Kekalahan ini bukan semata soal angka di papan skor, melainkan cerminan duel strategi dan ketahanan menghadapi tekanan. Putri sempat menunjukkan kapasitasnya saat mampu menyamakan kedudukan dengan merebut gim kedua.

Namun pada gim penentuan, pola permainan agresif lawan—terutama serangan cepat dari depan dan bola-bola atas—kembali membuat Putri kesulitan menjaga ritme.

Putri mengakui bahwa sepanjang pertandingan ia belum mampu mengeluarkan permainan terbaiknya.

Tekanan yang terus diberikan lawan, menurutnya, membuat ruang untuk berkembang semakin sempit sejak gim pertama hingga akhir laga.

Turnamen ini juga menjadi bagian dari rangkaian jadwal padat yang dijalani Putri sepanjang Januari. Sebelum tampil di Jakarta, pemain peringkat tujuh dunia tersebut telah turun di Malaysia Open 2026 dan India Open 2026. Akumulasi laga berintensitas tinggi itu diakuinya turut berdampak pada kondisi fisik, meski ia menegaskan kelelahan bukan alasan untuk menurunkan daya juang di lapangan.

Alih-alih larut dalam hasil, Putri memilih menarik pelajaran penting. Ia menilai kekalahan ini menjadi bahan evaluasi krusial, terutama dalam menghadapi lawan dengan variasi serangan cepat dan perubahan tempo permainan.

Dengan tersingkirnya Putri, Indonesia tidak lagi memiliki wakil di sektor tunggal putri pada turnamen ini. Meski demikian, Putri justru melihat celah positif dari situasi tersebut. Ia memiliki waktu pemulihan yang lebih panjang untuk mempersiapkan diri menuju target berikutnya, yakni All England 2026 pada Maret mendatang.

Masa jeda itu akan dimanfaatkannya untuk memperbaiki detail permainan, meningkatkan kondisi fisik, serta mematangkan strategi agar tampil lebih siap di salah satu turnamen paling prestisius dunia bulu tangkis.

Sementara itu, harapan Indonesia di sektor tunggal masih bertumpu pada nomor putra. Alwi Farhan dijadwalkan turun malam ini menghadapi Wang Zheng Xing. Di sisi lain, absennya Anthony Sinisuka Ginting akibat cedera pinggang menjadi kehilangan tersendiri bagi tuan rumah.

Bagi Putri, langkah yang terhenti di Jakarta bukanlah akhir, melainkan jeda untuk berbenah. Dengan waktu dan persiapan yang lebih matang, ia berharap dapat kembali tampil kompetitif saat panggung besar berikutnya menanti.

**Benksu

Sports Tourism Indonesia