PBSI Hormati Keputusan Gregoria Mariska Tunjung Mundur dari Pelatnas

Sportstourismindonesia – JAKARTA Mei 2026  Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) resmi menerima pengunduran diri Gregoria Mariska Tunjung dari Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) Cipayung setelah 12 tahun menjadi bagian dari program pembinaan atlet nasional.

Keputusan tersebut disampaikan langsung oleh Gregoria kepada Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Eng Hian, serta kepala pelatih tunggal putri utama Pelatnas, Imam Tohari.

Dalam pertemuan tersebut, Gregoria menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh jajaran pengurus dan pelatih atas dukungan, kepercayaan, dan pengalaman yang ia peroleh selama membela Indonesia di berbagai turnamen internasional.
Kondisi kesehatan menjadi alasan utama di balik keputusan tersebut.

Gregoria mengaku masih menjalani proses pemulihan dari vertigo dan belum merasa sepenuhnya siap untuk kembali bertanding di level kompetitif.

PBSI menyatakan memahami keputusan atlet andalan tunggal putri Indonesia itu. Menurut federasi, keputusan tersebut telah diambil Gregoria setelah melalui pertimbangan matang demi fokus pada pemulihan kondisi fisiknya.

Selama berada di Pelatnas, Gregoria menjelma menjadi salah satu tulang punggung sektor tunggal putri Indonesia. Ia mencatat sejumlah prestasi penting dan konsisten mengharumkan nama bangsa di pentas bulutangkis dunia.

Eng Hian menilai Gregoria sebagai atlet yang memiliki dedikasi tinggi, semangat juang kuat, dan profesionalisme yang layak menjadi teladan bagi generasi muda.

“Gregoria adalah atlet yang telah memberikan banyak kontribusi dan kebanggaan untuk Indonesia. Kami menghormati keputusan yang diambil dan berharap yang terbaik untuk kesehatan serta masa depannya,” ujar Eng Hian.

PBSI pun menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas pengabdian Gregoria selama membela Merah Putih dan mendoakan agar peraih berbagai prestasi internasional tersebut dapat segera pulih serta meraih kesuksesan dalam perjalanan karier berikutnya.

**Benksu

Sports Tourism Indonesia