Raisa Perkenalkan “Cahaya Hati”, Lagu yang Jadi Nyawa Hikayat Srikandi Nusantara

Sportstourism – Jakarta, 5 Agustus 2026 – Ada yang berbeda dalam Pagelaran Sabang Merauke – Hanya Indonesia yang Punya tahun ini. Bukan hanya menghadirkan pertunjukan kolosal bertema Hikayat Srikandi Nusantara, tetapi juga melahirkan sebuah karya musik orisinal berjudul “Cahaya Hati” yang untuk pertama kalinya diperkenalkan kepada publik melalui penampilan langsung Raisa.

Lagu tersebut bukan sekadar soundtrack. “Cahaya Hati” menjadi benang merah yang merepresentasikan karakter Srikandi—simbol keberanian, keteguhan, cinta, dan pengorbanan—yang akan diperankan Raisa dalam pertunjukan pada 21–23 Agustus 2026 di Indonesia Arena, Senayan, Jakarta.

Dalam sesi latihan musik terbuka di Grand Ballroom Hotel Indonesia Kempinski, Raisa mengaku memiliki pengalaman emosional yang berbeda saat membawakan lagu tersebut secara langsung.

“Saat rekaman aku masih membayangkan sosok Srikandi. Setelah menjalani latihan di Yogyakarta, aku merasa lagu ini benar-benar menjadi inti dari karakter Srikandi yang membangkitkan semangat pasukannya sekaligus penonton,” ujar Raisa.

Yang menarik, proses kreatif lagu ini berjalan beriringan dengan pengembangan cerita panggung. Komposer Eross Candra menjelaskan bahwa “Cahaya Hati” tidak diciptakan sebagai lagu pop biasa, melainkan tumbuh mengikuti perkembangan karakter dan alur cerita pertunjukan.

Menurutnya, tantangan terbesar justru bagaimana menghadirkan lagu yang tetap kuat sebagai karya musik mandiri, namun mampu menyatu dengan dramaturgi pertunjukan kolosal.

Nuansa musikal “Cahaya Hati” kemudian diperkaya oleh Komposer sekaligus Penata Musik Elwin Hendrijanto yang menggabungkan orkestra, musik pop, paduan suara, hingga instrumen tradisional Nusantara menjadi satu kesatuan emosional yang mendukung setiap adegan.

Tak hanya Raisa, latihan musik juga menghadirkan Yura Yunita, PADI Reborn, Eross Candra, Joey Penny, Yuyun Arfah, Mirabeth Sonia, Christine Tambunan, Alicia Hartono, Galabby, ratusan penyanyi paduan suara, musisi orkestra, hingga pemain alat musik tradisional dari berbagai daerah.

Presiden Direktur dan CEO iForte & Protelindo Group, F. Aming Santoso, mengatakan musik selalu menjadi elemen penting dalam membangun pengalaman emosional penonton.

Menurutnya, kehadiran “Cahaya Hati” diharapkan mampu memperkuat narasi Hikayat Srikandi Nusantara sekaligus menjadi karya yang dapat dinikmati masyarakat di luar panggung pertunjukan.

Di balik lirik lagu tersebut terdapat sosok Silvi Liswanda, Vice President Director & Deputy CEO iForte. Ia menyebut lagu itu lahir dari semangat menghadirkan nilai keberanian, harapan, sinergi, dan pengorbanan yang hingga kini masih relevan dalam kehidupan masyarakat.

Tak kalah menarik, PADI Reborn juga mengaku mendapat pengalaman baru ketika lagu-lagu mereka diaransemen ulang dengan sentuhan orkestra dan alat musik tradisional.

“Sebagai pencipta lagunya saja kami ikut takjub. Lagu yang biasa kami bawakan ternyata memiliki dimensi baru ketika dipadukan dengan orkestra dan pertunjukan teatrikal,” ungkap personel PADI Reborn.

Di luar aspek musik, skala produksi Pagelaran Sabang Merauke 2026 juga mencuri perhatian. Pertunjukan ini melibatkan sekitar 1.700 pelaku seni, terdiri atas 387 penari dari Sabang hingga Merauke, 104 koreografi, 15 penyanyi nasional, 1 grup band, 50 alat musik tradisional, 119 anggota paduan suara, 60 musisi orkestra, serta lebih dari 1.500 kostum hasil karya 16 desainer Indonesia.

Besarnya produksi tersebut memperlihatkan bahwa Pagelaran Sabang Merauke kini telah berkembang bukan sekadar pertunjukan budaya, melainkan menjadi salah satu produksi seni pertunjukan terbesar di Indonesia yang memadukan hiburan, musik, teater, dan kekayaan budaya Nusantara dalam satu panggung spektakuler. Dengan hadirnya “Cahaya Hati”, pertunjukan tahun ini menawarkan daya tarik baru: sebuah lagu yang bukan hanya mengiringi cerita, tetapi menjadi identitas emosional dari sosok Srikandi yang akan menghidupkan panggung Indonesia Arena.

**Benksu

Sports Tourism Indonesia